main cast : Kai – Jessica

author : Minyon

Genre : Romantic

Kategori : oneshoot – NC 25 Yadong

warning! ini FF NC (No Children) jadi buat yang merasa belum cukup umur tapi ingin baca (?) mimin nggak larang, tapi buat yang anti-NC silahkan abaikan dan no BASH. dan main cast kebanyakan EXOSHIDAE. buat yang anti EXOSHIDAE abaikan ya jangan BASH di komentar. gomawo AHAYDE n_n

GET READING AND ENJOYING n_n

” Taeyeon~ah… aku baru tiba di kampus.” Kata Jessica sambil terus menelpon sahabatnya setelah keluar dari taxi kuning yang mengantarkannya sampai didepan Kyonggi University. salah satu Universitas musik yang sangat terkenal di Seoul karna menghasilkan musisi-musisi yang baik .

Jessica berlari secepatnya setelah jarum jam di arloji pinknya menunjukan pukul 07.35 KST. Dengan, Handphone touch screen yang masih menempel di telinganya, Jessica terus berlari dan berbicara kepada sahabatnya.

” Kau ini sudah tiba dikampus kita atau kampus lain, sih? mengapa kau belum terlihat?”

” Yaak! aku sudah berlari semampuku menuju aula kampus.”

” MWOYA?! AULA?” Teriak Taeyeon di ujung sana membuat Jessica sedikit menjauhkan handphone ditangannya.

” Yaak! bisakah kau mengecilkan suaramu? aku belum tuli jadi tak perlu kau berteriak”

” Kau ini… aisshhh Jinja~! Jessica kau pabo sekali! siapa yang menyuruhmu untuk berlari ke aula? kita semua sudah menunggumu di lapangan!”

” MWO?!” Kini gantian Jessica yang berteriak lalu menghentikan larinya, ” Lapangan? bukankah kemarin Leeteuk sunbae menyuruh kita berkumpul di aula?”

” Iya, tapi kemarin malam aku sudah mengirimkan pesan kepadamu kalau Leeteuk sunbae mengganti lokasinya menjadi di lapangan.”

Jessica menggaruk-garuk gusar rambutnya yang sebelumnya terlihat sedikit berantakan karna ia berlari-lari menjadi lebih berantakan.

” OMO! aku ingat, saat itu aku sedang menghapus pesan-pesan yang memenuhi kotak pesanku. mungkin saat pesanmu masuk ikut terhapus juga jadi aku tidak sempat membacanya.”

” Benar kan kataku, kau ini pabo!” Ketus Taeyeon dengan menekankan kata Pabo diujungnya.

” Yaak~! seenaknya saja kau mengataiku pabo!”

” Ya sudah cepat lah kau kesini. para panitia beserta para sunbae sudah menunggumu! cepat datang sebelum Boa sunbae mengeluarkan kata-kata pedas untukmu!”

seketika, Jessica mendadak tegang ketika mendengar salah satu nama seniornya yang terkenal cukup killer di kampusnya.

” Yaak! Jessica! hei kau nona Jung Soo Yeon, kau dimana?!”

Jessica kemudian tersadar dari lamunannya lalu segera merespon panggilan Taeyeon, ” Ya aku disini, tapi… aku ada dimana sekarang?”

” Aigoo~ tadi kau yang bilang sendiri kalau kau berlari menuju aula. mungkin sekarang kau sedang berada di sekitar aula”

Jessica mengangguk namun sedikit ragu lalu melihat-lihat dimanakah jalan keluar menuju lapangan, ” Aku sedang mencari jalan keluarnya…”

Jessica terus melihat-lihat lalu tanpa sengaja menabrak seseorang tepat dibelakangnya saat dirinya berjalan mundur mencari jalan keluar.

BRRAAKKKKK!!!

tanpa sengaja, handphonenya terjatuh dan hampir terinjak oleh seseorang dibelakangnya. Jessica terkejut dan segera membungkuk mengambil handphone yang kini sudah retak dan hampir meretakkan seluruh layar handphonenya.

Jessica mengelus-elus penuh penyesalan kepada handphone kesayangannya. lalu dengan cepat, Jessica segera berdiri dan menghadap seseorang yang tanpa sengaja ditabraknya tadi.

” Kau~….”

Jessica menggantung-gantungkan kata-katanya cukup panjang setelah matanya berhadapan dengan wajah seseorang yang ditabraknya beberapa menit yang lalu. Matanya melebar dan segera menutup mulutnya yang hampir terbuka karena terkejut tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya didepan mata. seseorang yang tak asing dimatanya dan mungkin seseorang itu pernah menjadi bagian dimasa lalunya Jessica.

” Jo… Jongin…kim jongin…”

Jessica tak sadar menyebut nama seorang namja yang pernah menjadi cinta pertamanya di masa lalu.

Namja di depannya tidak merespon balik ucapan Jessica. ia masih menatap cukup lama wajah Jessica dan tidak seterkejut Jessica.

” Kai, ayo cepat kita sudah telat. nanti kita terlanjur dihukum.” Pinta Sehun menghentikan acara tatap-menatap sahabatnya dengan Yeoja didepannya.

” Eo~” Balas Kai lalu segera membuang muka dari tatapan Jessica dan berjalan bersama Sehun meninggalkan Jessica.

Jessica belum bergerak sedikit pun dari tempatnya. Walaupun dua namja tadi sudah berjalan meninggalkannya, namun Jessica belum tersadar dari lamunannya. seketika, Jessica langsung teringat dengan masa lalunya bersama seorang namja yang tadi sempat ia ucapkan namanya, Kim Jongin.

dddrrrddddd~ ddddrrrdddd~

tiba-tiba, Handphonenya bergetar membuat Jessica tersadar dari lamunannya dan segera melihat nama kontak yang menelponnya dilayarnya. Ternyata Taeyeon.

Jessica segera mengangkatnya, ” Ah nee~ Yeoboseyo (halo) Taeyoeon~a”

” Yaak~!!! apa kau belum menemukan jalan menuju lapangan, hah?” Taeyeon menaikkan suaranya membuat Jessica ingat kalau ia sudah ditunggu oleh panitia beserta sunbae-sunbaenya. Jessica menepuk jidatnya, ” AIGOO! aku lupa! baik-baik aku segera kesana!” Jessica segera berlari secepat kilat. tak peduli bagaimana dengan kondisi rambut dan penampilannya kini.

***

” Hei, apa kata Boa sunbae kepadamu?” Tanya Taeyeon ketika melihat Jessica berdiri disampingnya dengan wajah sedikit lesu.

” Karna ketelatanku, aku tidak diijinkan untuk memegang tugas sebagai panitia seksi acara nanti. padahal aku sangat menginginkan tugas itu.” Jawab Jessica sambil menundukkan wajahnya yang suram.

Taeyeon memukul pelan kepala Jessica, ” Yaak~ itu salahmu. kalau saja kau tidak bangun terlambat dan tidak menghapus pesanku kemarin malam, pasti tugas itu akan jatuh ke tanganmu.”

Jessica mengusap pelan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya yang tipis, ” Yaak! sakit tau~ aiisshh”

Taeyeon menjulurkan lidahnya lalu kembali memandang sebuah kertas ditangannya.

” Sepertinya jumlah calon mahasiswa baru tahun ini sedikit lebih banyak. apakah kau merasakan hal yang sama sepertiku?” Tanya Jessica sambil memandangi barisan mahasiswa-mahasiswa baru yang sedang berdiri berkumpul dilapangan menunggu perintah dari senior-senior mereka.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan ikut memandanginya, ” Nee kau benar. Jumlah mahasiswa tahun ini dua kali lipat banyaknya dibanding saat tahun angkatan kita. bahkan ada beberapa calon mahasiswa baru yang berasal dari luar negeri.”

Jessica menoleh terkejut ke arah Taeyeon, ” Jinjja? luar negeri?”

Taeyeon ikut menoleh kepadanya, ” Nee~ memang kenapa? mengapa kau begitu terkejut?”

Jessica menggeleng dengan cepat, ” Ani… aniya…”

” Kau ini aneh sekali.” Cibir Taeyeon.

Jessica kembali terdiam, ” Apakah namja yang tak sengaja tertabrak olehku itu… dia?” Batin Jessica.

” Ayo semua berkumpul baik para senior atau calon mahasiswa-mahasiswa baru.” Perintah Leeteuk sambil memberikan arahan kepada semuanya dengan toa milik kampus mereka.

Tak butuh banyak waktu, para nama yang dipanggil segera berkumpul. para calon mahasiswa-mahasiswa sudah berdiri dengan rapi dan teratur menunggu pengumuman dari ketua panitia mereka yaitu Leeteuk. Ketua panitia sekaligus seorang leader senat yang terkenal dengan kedisiplinannya. sedangkan para senior lainnya berdiri dengan merapat tepat dibelakang Leeteuk.

” Annyeong haseyo, Leeteuk imnida selaku ketua panitia di kegiatan penerimaan calon mahasiswa baru ingin memberikan pengumuman penting kepada kalian. kami akan mengadakan sebuah kegiatan penerimaan calon mahasiswa yang akan dilaksanakan mulai pagi ini hingga dua hari kedepan. kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh calon mahasiswa baru. jika ada dari kalian yang tidak bisa mengikutinya, kami akan memberikan sansi setelah kegiatan ini berakhir.”

Jessica menyapu seluruh wajah-wajah calon mahasiswa dengan kedua matanya yang indah. pandangannya terhenti ketika ia menangkap sosok wajah namja yang tak begitu asing di matanya. Jessica tertegun melihat wajah namja yang kini sedang serius mendengarkan semua yang diucapkan Leeteuk. seketika, semua memori-memorinya di masa lalu kembali terputar dikepalanya. Hati jessica kembali merasakan desiran-desiran yang sudah lama tak ia rasakan. rasa haru, rasa senang, bahkan rasa sedih seperti sedang ia rasakan. Jessica pun mencangkup semua rasa itu menjadi satu, yaitu rindu.

” Jongin…” Tak sadar, Jessica menyebut kembali nama namja yang sedang ia pikirkan dengan pelan.

Taeyeon mendengar nama yang disebut oleh sahabatnya disamping lalu menolehnya bingung.

” Apakah itu kau…” Jessica kembali berbicara di bawah kesadarannya.

Taeyeon menyenggol pelan pundak Jessica agar segera tersadar, ” Yaak~ kau kenapa?” Bisik Taeyeon.

Jessica tak menanggapinya, namun sebuah senyuman terukir jelas dibibirnya. layaknya seorang yeoja yang sedang merindukan kekasihnya yang sudah lama menghilang lalu kembali ke hadapan mereka, itu lah yang dirasakan oleh Jessica kini.

” Jessica… Jessica… Jessica sunbae…?!”

Jessica masih belum menanggapi ketika seseorang sedang memanggil-manggil namanya dari nada yang pelan hingga terdengar meninggi.

” Jessica sunbae!”

Suara itu sudah terdengar paling tinggi. hingga membuat seluruh panitia menoleh kepadanya hingga seluruh calon mahasiswa baru kini memandanginya, termasuk wajah namja yang sejak tadi ia pandangi. Jessica  terkejut lalu segera mencari si pemilik suara.

” Ah~ mianhe sun.. sunbae… nee ” Jessica membungkuk berkali-kali memberikan rasa minta maaf.

” Kau ku tugaskan untuk memegang seluruh data-data dari calon mahasiwa baru.”

” MWO?!” Jessica tak sengaja meninggikan suaranya membuat Leeteuk terlonjak kaget. Jessica segera menutup mulutnya kemudian terdengar suara-suara seperti suara tawaan yang tertahankan.

” Mian… mianhe sun-sunbae…Nee aku akan memegangnya” Jessica segera membungkuk kembali dan tak bisa membunyikan wajahnya yang malu sekali.

Leeteuk mendengus kesal lalu segera kembali memberikan pengumuman kepada seluruh calon mahasiswa baru.

Jessica belum berani mengangkat wajahnya yang memerah karena malu akan sikapnya yang memalukan.

***

” Huh tugas macam apa ini? mengapa aku hanya diberikan tugas seperti ini?” Keluh Jessica sambil terus mengumpulkan satu demi satu biodata calon mahasiswa baru dihadapannya.

” Mengapa hari ini aku begitu sial? aiisshhh~ ini juga salahku. kalau saja malam tadi aku tidak begitu ceroboh menghapus pesan dari Taeyeon lalu tidak terlambat bangun, pasti aku tidak akan bertemu dengan tugas yang memusingkan seperti ini.” Jessica terus mengeluarkan keluh kesahnya. hinnga akhirnya ia tersadar bahwa sejak tadi para panitia lainnya atau seniornya sudah memperhatikan seluruh ocehan-ocehannya. Jessica mengangkat wajahnya dengan ragu dan tersenyum canggung kepada para seniornya. setelah para seniornya kembali sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Jessica menghela nafasnya lalu kembali dengan tugasnya.

” Jessica mengapa kau begitu pabo~” Jessica bergumam pelan sambil memukul-mukul pelan kepalanya.

tiba-tiba matanya tertuju pada satu biodata dari salah satu calon mahasiswa baru. Jessica menarik pelan selembar biodata dari beberapa tumpukan kertas diatasnya. Jessica mengenal huruf hangul yang tertampang jelas di kertasnya.

김종인 ( Kim Jongin )

dengan cepat, jessica menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saking terkejut. lalu, matanya menangkap sebuah foto yang berukuran yang tak begitu besar namun tak begitu kecil pula. sangat standart dengan ukuran foto untuk sebuah biodata. Kemudian, jessica menarik kertas itu agar ia bisa lebih jelas melihat wajah si pemilik biodata untuk lebih meyakinkan hatinya. Jessica membulatkan kedua matanya yang besar. tak percaya dengan apa yang sedang terjadi padanya saat ini. seperti sebuah mimpi bisa bertemu kembali dengan seseorang yang pernah mewarnai hidupnya dan masih menjadi cinta pertamanya sampai saat ini.

Jessica tidak bisa menyembunyikan senyum terharunya. Rasanya, jessica ingin medekatkan foto namja yang sedang ia tatap lalu ia cium dengan sepenuh hati. meluapkan kerinduannya walau hanya sebatas foto. namun Jessica harus mengurungkan niatnya itu jika tidak mau ditatap ‘aneh’ oleh senior-senior disekitarnya.

” Aku benar-benar tidak percaya, kau kembali ke hadapanku. aku benar-benar merindukanmu, Jongin…” Batin Jessica sambil masih terus menatap foto Jongin tanpa jenuh.

namun matanya kembali bergeser ke sebuah nama latin disamping nama hangul Jongin.

Kai

Jessica mengerutkan keningnya. Jessica tidak tahu jika Jongin memiliki nama lainnya. Namun jessica segera teringat akan sesuatu. lalu tanpa sengaja, sebuah memori dimasa lalunya kembali terputar di kepalanya seperti ingin mengajak Jessica untuk mengenang kembali.

– FLASH BACK –

” noona…” Jongin memanggil Jessica ketika ia mendengar Jessica membalas sapaannya di telepon.”

” Eo~” balas Jessica singkat.

” waktunya sudah tiba, besok aku akan segera terbang ke America untuk melanjutkan sekolah menengah ku disana.” Jongin ingin sekedar berpamitan kepada kekasihnya sebelum benar-benar meninggalkannya untuk waktu yang cukup lama.

namun belum ada tanggapan atau balasan dari Jessica diseberang sana.

” Aku tau, kau sangat letih dengan sikapku selama ini kepadamu. aku tidak bisa menjadi namja seperti apa yang kau mau karna sifat kekanak-kanakanku. aku tidak bisa memperlakukanmu sebagai seorang yeoja. aku tidak bisa menjaga dan melindungi sebagai seorang kekasih. aku tidak bisa membuatmu bahagia jika berada bersamaku. aku hanya bisa membuatmu kesal dan bersedih setiap hari. mianhe… noona…” Jongin terdengar tulus meminta maaf kepada Jessica. tulus dari hatinya karna ia sangat mencintai dan menyayangi yeoja yang menjadi cinta pertamanya. 

masih belum ada balasan dari Jessica. ternyata ditempat yang berbeda, Jessica sedang menahan dengan sekuat tenaga isakannya namun ia tidak bisa menahan air mata yang sudah jatuh dan mengalir dipipinya . Jessica tidak mau berbicara untuk saat ini karna ia takut, jika ia berbicara lalu terdengar isakannya oleh Jongin, Jongin akan merasa berat untuk meninggalkannya. untuk itu, biarlah Jessica menahannya namun didalam hati, Jessica ingin Jongin tetap berada disampingnya walaupun dengan sikap dan sifat Jongin yang belum dewasa, Jessica juga sangat menyayanginya. 

” sejujurnya, aku tidak bisa menjalankan hubungan jarak jauh setelah aku berada disana. bukan karna aku ingin mencari yeoja yang baru yang lebih baik darimu, namun karena aku yakin tugas sekolah akan menyulitkan aku untuk berhubungan denganmu. tapi aku berharap, hubungan komunikasi kita tidak akan terputus walau hanya jarak perbedaan negara…”

Jessica mendengar sepertinya Jongin menggantungkan kata-katanya.

” Noona… kau harus segera putuskan keputusannya. Besok, jika kau datang ke airport untuk sekedar melihatku untuk terakhir kalinya, itu berarti kau masih mengiinginkan hubungan ini tetap berlanjut. namun jika besok ku tunggu kau tak kunjung datang, kau mengiinginkan hubungan ini lebih baik berhenti sampai sini.”

Jessica menutup mulutnya. menahan isakannya agar tidak pecah dan membuat suasana semakin sulit ditambah dengan pilihan Jongin yang menyulitkan hatinya. 

” yeoboseyo… noona? apa kau masih mendengarkanku? mengapa sejak tadi aku tidak mendengar suaramu. aku ingin sekali mendengar suaramu walau untuk terakhir kalinya. aku pasti akan merindukan sekali suaramu, wajahmu, dan semuanya tentang kita.” 

Jessica sudah tidak dapat menahan derasnya air mata yang keluar dari matanya dan membasahi pipinya yang kini sudah sembab. 

” ini sudah malam, aku harus bangun pagi-pagi sekali besok. dan ku yakin, hari ini kau pasti sangat letih sekali. istirahatlah dengan tenang, Noona. dan aku berharap semoga besok aku masih bisa melihatmu walau untuk terakhir kalinya. jaljayo (selamat malam) noona. saranghae…” 

telepon terputus itu tandanya Jongin sudah menutupnya. saat tau Jongin sudah menutupnya, tangis Jessica mulai meledak. Rasanya, Jessica ingin pergi saat ini juga untuk bertemu dengan Jongin dan mengatakan kepadanya untuk tidak meninggalkannya. Jessica ingin Jongin tetap berada disisinya. walaupun Jongin belum bisa menjadi sosok pria yang dewasa, namun dibalik itu Jessica sangat menerima kekuarangan Jongin apa adanya. 

***

Jongin sudah sepuluh kali lebih menatap dengan gusar arloji dipergelangan tangan kirinya. Jongin tetap setia menunggu Jessica walaupun waktunya sudah tak banyak lagi. sebentar lagi, ia harus segera take off menuju Amerika. walaupun kedua orang tuanya sudah meminta Jongin untuk bersiap-siap, Namun Jongin tidak menanggapinya. Ia masih dengan setia menunggu Jessica di depan pintu kedatangan. Jongin yakin jika Jessica akan datang untuk bertemu dengannya.

di lain tempat, Jesica masih sibuk menyelesaikan tugas akhir semesternya di sekolah. dengan terburu-buru, Jessica menyelesaikannya agar ia masih ada waktu untuk pergi ke airport dan bertemu Jongin untuk terakhir kalinya. Akhirnya, tugas pun sudah selesai dengan rapi dan tepat pada waktunya. Jessica segera berlari menemui guru pembimbingnya lalu menyerahkannya.

” Hmm… Jessica…” Panggil guru saat Jessica ingin melangkah keluar dari ruang guru. 

Jessica segera berbalik dan mendapati gurunya sedang berjalan ke arahnya sambil membawa sebuah tumpukan kertas.

” Nee… Seosaengnim (guru) ”

” tolong kau bantu anak-anak paduan suara di ruang serba guna sekarang. ini, tolong kau bagikan juga lirik-lirik lagu yang harus mereka bawakan.” Guru itu segera menyerahkan tumpukan kertas dikedua tangan Jessica.

Jessica tampak panik. satu sisi ia ingin sekali menolaknya karna ia ingin segera pergi menemui Jongin. namun satu sisi juga,  Jessica harus menerima tugas dari seorang guru. Karena Jessica terkenal dengan siswa berprestasi di sekolahnya.

” Tap… tapi seo…seosaengnim…” 

” tolong ya, Jessica.” Guru itu segera berbalik dan berjalan kembali ke tempat duduknya.

Jessica berdecak kesal namun apa daya, ia tidak bisa menolaknya mentah-mentah karna imagenya yang sudah tertempel dirinya sebagai siswa yang berprestasi. mau tidak mau, Jessica harus membantunya terlebih dahulu lalu setelah itu ia segera pergi menemui Jongin.

***

sudah tepat dua jam Jongin menunggu kehadiran Jessica. kini, semakin lama rasa keyakinannya jika Jessica akan datang menemuinya segera menghilang dan harus Jongin terima kalau Jessica memang ingin sekali mengakhiri hubungan ini. 

bel peringatan jika pesawat menuju Amerika akan segera take off pun berbunyi dan meminta para penumpang agar segera bersiap-siap. Jongin mendengar itu dan dengan berat hati, ia harus segera beranjak dari tempatnya lalu segera berjalan mengambil barang-baranya. sepanjang perjalananya menuju ruang pemeriksaan, Jongin masih menyempatnya diri untuk melihat terakhir kalinya ke belakang dan mencari tanda-tanda kedatangan Jessica. namun hasilnya nihil. sampai Jongin masuk ke ruang pemeriksaan, Jessica belum datang. dan dengan berat hati, Jongin harus menerima keputusan yang jessica pilih untuk mengakhiri hubungannya. 

beberapa menit kemudian, Jessica tiba dan segera berlari semampunya setelah keluar dari sebuah Taxi kuning yang sudah mengantarkannya. sesampainya didalam, Jessica tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang sebagian dari mereka menatap bingung ke arah Jessica dan menahan tawa karna melihat penampilan Jessica yang masih memakai seragam sekolahnya yang kini sudah sedikit berantakan karna larinya tadi. Jessica segera mencari petugas untuk menanyakan keberangkatan pesawat menuju Amerika.

” Permisi ahjussi, apakah pesawat menuju Amerika belum berangkat?”

” Aigoo apakah kau telat? beberapa menit yang lalu, pesawat itu baru saja take off.” 

jantung Jessica terasa copot dari tempatnya. kepalannya mendadak pening dan rasanya ingin sekali terjatuh lalu pingsan. tubuhnya mendadak lemas seketika dan kedua kakinya seperti tidak bisa menopang tubuhnya lagi. air mata didalam matanya seperti ingin keluar karna menyesali kebodohannya menerima tugas yang tadi diterimanya di sekolah. kini ia harus menerima kenyataan bahwa tidak ada lagi Jongin yang kekanak-kanakan disisinya. tidak akan ada lagi namja yang terus-terusan membuatnya kesal dan bahkan merasa jenuh setiap saat. tidak akan ada lagi suara petikan gitar dan suara merdu yang setiap harinya selalu ia dengar. namun walau begitu, Jongin tetaplah namja pertama yang mampu membuatnya merasakan jatuh cinta pertama kalinya dan Jongin lah cinta pertamanya. 

– TAHUN 2013 –

Taeyeon menyenggol pelan pundak Jessica saat melihat sahabatnya sedang terdiam menatap sebuah foto namja yang ada ditangannya. Jessica tersadar lalu panik saat dirinya ketangkap basah oleh Taeyeon sedang memandangi foto Jongin cukup lama.

” Bukankah itu foto salah satu calon mahasiswa baru dari luar negeri itu?” Taeyeon segera menanyakannya kepada Jessica.

Jessica mengangguk dan kembali mengukir senyumnya yang manis, ” Kau masih ingat dengan cerita cinta pertamaku dulu?”

Taeyeon berpikir sejenak seperti mengingat-ingat tentang sebuah cerita yang pernah Jessica cerita kan padanya. lalu segera mengangguk setelah berhasil mengingatnya.

Jessica menarik nafasnya, ” Dia lah, cinta pertamaku itu.”

Taeyeon membulatkan matanya tak percaya dengan yang diucapkan Jessica, lalu segera menarik kertas yang ada ditangan Jessica, ” Jinja? dia adalah cinta pertamamu itu?”

Jessica tersenyum lalu mengangguk dengan mantap ke arah Taeyeon, ” Nee~ dia Jongin, Kim Jongin. mantan adik kelasku bahkan cinta pertamaku sampai saat ini.”

Taeyeon menyipitkan kedua matanya seperti sedang mengingat-ingat juga wajah Jongin. jessica memandangnya dengan tatapan bingung

“Waeyeo, Taeyeon-ah? apa kau pernah mengenalnya juga?” Tanya Jessica penasaran.

Taeyeon menggeleng,” Ani~ ani, se-tahuku Kai sudah punya yeojachingu (pacar)”

BRRAAAKKKKK!!!

” MWO?!” Tak sengaja Jessica mengebrak meja karna saking terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Taeyeon. Taeyeon yang berada disampingnya pun ikut terkejut karna mendengar gebrakan dahsyat dari Jessica tadi. tak peduli dengan tatapan senior disekitarnya, saat ini Jessica hanya fokus menatap taeyeon dengan tatapan berapi-api dan degupan jantung yang tak karuan berdetaknya.

” Kau sedang bercanda, bukan?” Tanya Jessica mencoba meyakinkan.

” Ani~ aku sedang tidak bercanda dan aku sangat yakin kalau Kai memang sudah memiliki yeojachingu. aku pun tahu berita ini dari anak-anak mahasiswa baru tadi. katanya, Kai pulang ke Korea tidak hanya sendiri tapi bersama satu teman koreanya dan pacarnya yang orang Korea yang ia pacari saat berada di Amerika waktu itu.”

apa yang Jessica rasakan saat dirinya berada di airport beberapa tahun yang lalu kini seperti kembali ia rasakan. jantungnya terasa berhenti bedetak. rasa terkejut namun kesal seperti sedang campur aduk dihatinya.

” Dan katanya , yeojachingunya berada di kampus yang sama juga dengannya, yaitu disini. aku penasaran dengan yeojachingunya.” Kata Taeyeon lalu kemudian menaruh biodata Jongin ditumpukan kertas biodata lainnya.

Tak ada jawaban dari Jessica. Jessica masih terdiam mematung. cerita Taeyeon tadi seperti berputar-putar dikepalanya membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa.

Tiba-tiba Jessica bangkit dari duduknya membuat Taeyeon menoleh sedikit terkejut dan bingung.

” ada apa denganmu?” Tanya Taeyeon.

Baru saja Jessica mau menjawabnya, segerombolan mahasiswa-mahasiswa keluar dari ruang aula terbesar di kampus mereka. para mahasiswa-mahasiswa baru saja diberikan sejarah singkat mengenai universitas musik ini oleh rektor mereka.

Hati jessica mulai berdesir dan jantungnya kembali berdegup kencang setelah ia melihat sosok pria bertubuh tinggi dan memiliki pundak yang berbidang sedang berjalan keluar bersama teman disampingnya dan membelakangi Jessica. Jessica yakin kalau namja yang dilihatnya sekarang adalah Jongin. karna ia masih kenal dan hafal dengan gerak-gerik Jongin serta cara berjalan Jongin. Jessica ingin memanggilnya namun niatnya segera hilang setelah mengingat cerita Taeyeon kalau Jongin kini telah memiliki seorang kekasih. satu sisi, Jessica belum bisa mempercayai sepenuhnya cerita Taeyeon. tapi disatu sisi lain, Jessica merasa hancur saat tau cinta pertamanya kini sudah memilki perempuan lain dihatinya. karna sejak kepergian Jongin ke Amerika tiga tahun yang lalu, Jessica belum bisa menemukan namja yang mampu menggantikan posisi Jongin di hatinya. karna Jessica yakin, suatu saat nanti Jongin pasti akan kembali ke hidupnya dan berada dihadapannya kembali.

***

Jessica sudah berdiri gusar menunggu Taeyeon didepan kampus. Taeyeon mengajak Jessica untuk pulang bersama dan naik subway bawah tanah bersama-sama. namun hingga 15 menit lebih sudah Taeyeon belum keluar dan Jessica sudah bosan menunggu sahabatnya sendirian.

Jessica berdecak kesal, ” Aiisshh~! awas saja kau Kim Taeyeon. kalau saja sampai 20 menit kau belum keluar juga akan ku tinggal kau.” Taeyeon memang sudah memberitahu Jessica sebelumnya kalau ia dipanggil oleh asisten dosen karna tugasnya yang belum dikumpulkan dan dia meminta Jessica untuk menunggunya.

sudah sepuluh kali lebih Jessica membungkuk kepada junior-juniornya atau mahasiswa-mahasiswa baru yang keluar dari kampus saat bertemu dengannya di depan.

tiba-tiba matanya menangkap sosok namja yang kini kembali membuatnya terdiam cukup lama memandanginya. namja itu siapa lagi kalau bukan Jongin.

Jessica rindu sekali dengan Jongin. ingin sekali rasanya Jessica berlari kehadapannya lalu mengatakan kalau waktu itu ia sudah tiba di airport dan meminta Jongin untuk tetap berada disisinya. namun keinginanannya itu segera susut setelah matanya melihat seorang yeoja yang berjalan menghampiri Jongin lalu memeluk lengan kanan Jongin setibanya disamping Jongin. Jongin sedikit terlonjak saat tahu ada seseorang yang memeluk lengannya lalu ia mengacak-acak pelan kepala yeoja yang kini kesenengan dimanja olehnya.

Hati Jessica terasa meledak-ledak layaknya gunung merapi yang meletus dan mengeluarkan larva panas yang kemudian membasahi seluruh organ dalam tubuhnya. ia belum bisa mempercayai dengan apa yang dilihatnya saat ini. seumur hidupnya, saat ia masih bersama dengan Jongin, Jongin tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya. apakah sekarang Jongin sudah berubah? apakah kini Jongin sudah dewasa dan sudah dapat memperlakukan seorang yeoja dengan sebaik-baiknya? Jessica terus berkutat dengan pikirannya sendiri.

” Yaak~!”

Teriakan pelan Taeyeon serta senggolannya yang pelan membuat Jessica segera tersadar dari lamunannya. saat waktu bersamaan, Jongin dan teman-temannya beserta yeoja yang masih memeluk lengannya beranjak pergi dari depan kampus terlebih dahulu.

Jessica menghela nafas panjang dan kini tatapannya seperti kosong, ” Hmmm… Kau benar”

Taeyeon menoleh bingung ke arah Jessica, ” Mwo? siapa yang kau sebut benar?”

” Jongin… Jongin memang sudah memiliki Yeojachingu” dengan berat hati Jessica harus menjawab rasa penasaran Taeyeon.

” jinja? wah~ cerita itu berarti benar. apakah kau sudah melihat yeojachingunya? seperti apa wajahnya? apakah kita sempat bertemu dengannya?”

Jessica tidak menjawabnya. otaknya masih kosong dan tidak dapat memikirkan sebuah kata-kata untuk menjawab pertanyaan Taeyeon. kini, rasa penyesalan yang luar biasa sedang ia rasakan. andai saja waktu itu ia tidak menerima tugas dari gurunya dan bisa bertemu dengan Jongin di airport. kejadian pahit ini tidak akan terjadi.

***

Keesokannya, para mahasiswa-mahasiswa baru sudah berkumpul dan duduk disebuah ruangan yang sangat besar yang mereka sebut sebagai ruang auditorium kampus mereka. karna besarnya, ruangan ini masuk sebagai 5 ruang auditorium kampus terbesar di asia. semua mahasiswa-mahasiswa takjub kagum dengan kemewahan auditorium namun tidak meninggalkan sisi utama kampus ini, yaitu musik. Kampus ini sering menjadi tempat acara kegiatan musik festival dikampus mereka karena dapat menampung sekitar 1000 penonton.

para mahasiswa diberikan pengetahuan secara singkat tentang sejarah masuknya musik di negara mereka. semua mahasiswa menyaksikannya dengan serius termasuk Jongin yang memang dirinya sangat tertarik dengan salah satu bidangnya satu ini.

dibalik panggung yang megah, para senior sedang berkumpul menyusun acara selanjutnya.

” Jessica~” Leeteuk menepuk pelan pundak Jessica.

Jessica sedikit terlonjak, ” Nee~ sunbae?”

” Setelah ini kau maju ke depan untuk menyanyikan sebuah lagu ya.”

” MWOYA?!” Jessica kembali terlonjak kaget dan kembali menaikan suara ciri khasnya.

” Yaak~! bisakah kau mengecilkan suaramu. suaramu bisa terdengar hingga keluar” Leeteuk mengelus-elus dadanya karena terkejut.

Jessica membungkuk dengan cepat, ” Mi… mianhe sun… sunbae, aku hanya tidak percaya aku diberikan tugas seperti itu olehmu.”

” Bagaimana? kau hanya perlu menyanyikan satu buah lagu. itu hanya sebagai percobaan saja.”

” Tapi mengapa harus aku yang maju untuk menyanyi? bukankah ada Seohyun dan Tiffany? mereka berdua memilki suara yang lebih bagus dari pada aku”

” Ani~ mereka berdua sudah ku tugaskan ditempat berbeda nanti. sebelumnya aku meminta maaf kepadamu kalau aku memberikan tugas ini mendadak kepadamu. karena awalnya tugas ini sudah ku serahkan kepada Taeyeon, namun ia sudah sibuk mengurus sususan acara. bagaimana, Jessica?”

Jessica menggigit bibir bawahnya karna bingung. ia sama sekali sedang tidak memikirkan sebuah lagu di otaknya. dari tadi ia hanya memikirkan kejadian kemarin di depan kampus yang sampai sekarang masih melekat dipikirannya.

” Kalau pun nantinya ada kesalahan teknis saat kau bernyanyi atau kau melakukan kesalahan saat bernyanyi, aku tidak akan menghukummu. aku mengerti dengan posisimu.”

Jessica menggeleng dengan cepat, ” Aniya ~ sunbae, aku tidak akan mengecewakanmu”

” Jadi kau mau bernyanyi di depan nanti?” Tanya Leeteuk sekali lagi.

dengan berat hati, Jessica mengiyakan ajakan Leeteuk. lalu saat itu juga, Leeteuk segera memberikan arahan kepada pihak soundsystem untuk segera menyiapkan sebuah lagu yang akan dibawakan oleh Jessica nanti.

setelah sejarah telah selesai di putar, kini lampu di ruang auditorium kembali menyala. lalu dengan cepat, Leeteuk segera maju ke depan panggung untuk memberi tahu penampilan selanjutnya.

” Penampilan selanjutnya adalah penampilan khusus dari perwakilan salah satu panitia kami dan senior kalian. ia akan menyanyikan satu buah lagu sebagai penyambutan kepada kalian. ia adalah… Jessica.”

Jessica mendengar namanya sudah disebutkan oleh Leeteuk. Jessica mulai merasakan jantungnya berdegub kencang dan kedua telapaknya sudah mulai mendingin saking gugupnya. Jessica meremas dengan kencang mic yang ada ditangannya lalu tanpa membuang banyak waktu, Jessica segera beranjak ke atas panggung.

sambutan baik dari para mahasiswa mulai bergemuruh di ruang auditorium. Jessica kini berdiri dihadapan para mahasiswa. ia tidak bisa menemukan wajah Jongin di seberang sana. sinar karena lampu panggung menyilaukan matanya.

tepuk tangan serta sorakan-sorakan dari para mahasiswa mulai sedikit menghilang. sinar lampu panggung pun mulai meredup pelan dan tanpa sengaja, kedua mata Jessica kini dapat melihat secara jelas wajah Jongin yang kini sedang menatapnya. rasa gugup yang Jessica rasakan semakin menjadi-jadi ditambang degupan jantung yang semakin kencang. Jessica semakin kuat mencengkram mic yang ada ditangannya. tatapan Jongin belum berpindah dari wajahnya sampai musik dimainkan. Jessica akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “It’s Me” yang pernah dibawakan juga oleh salah satu temannya, yaitu Sunny dan Luna.

I love you, I love you, I love you
Even if I say it a thousand times, it’s not enough
I miss you, I miss you – each moment
that I miss you, I miss you more
I call you and call you and call you
and your face keeps floating up
If I hope and hope and hope,
will you know how I feel someday?

akhirnya Jessica dapat menyanyikan dengan lancar dan dengan suaranya yang merdu dan terkenal dengan julukan suara emas. para mahasiswa menikmatinya termasuk Jongin yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari Jessica. begitu juga dengan Jessica. Hanya kepada Jongin lah Jessica memberikan tatapannya dan terpaku memandangnya. beda sekali saat ketika Jessica menyanyi di tempat lain. saat itu Jessica masih bisa melempar pandangan kepada penonton lain. tapi untuk sekarang, matanya hanya tertuju pada satu namja yaitu jongin. Jessica merasa tatapan Jongin seperti memberi tanda kepada Jessica kalau ia juga sangat merindukan Jessica. Jessica yakin kalau itu yang sedang Jongin rasakan. Hatinya berdesir kembali dan seperti merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya kepada Jongin.

***

Jam istirahat pun tiba. seluruh mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk merasakan makan siang di kantin megah mereka.

Jessica sedang berjalan ke arah sebuah meja yang hanya ditempati oleh satu orang namja yang sedang menikmati makan siangnya sambil mendengarkan earphone ditelinganya. Jessica yakin kalau tatapan Jongin tadi seperti memberi kode kepadanya kalau ia ingin bertemu dengan Jessica karna Jongin sangat merindukannya. karna itu, dengan kepercayaan dirinya Jessica memberanikan diri untuk menemui Jongin sambil memberikan minuman susu cokelat dingin kesukaan Jongin sebagai tanda pertemuan mereka kembali.

” A-Annyeong…” Sapa Jessica sesampainya Jessica tepat didepan meja Jongin.

Jongin mengangkat kepalanya karna tersadar seperti ada seseorang yang sedang berdiri menenteng kotak susu cokelat dingin didepannya. kini Jongin tau siapa seseorang yang berada didepannya.

Jessica kembali merasakan kalau jantungnya mulai berdetak dengan kencang hanya karna sebuah tatapan Jongin. dengan gugup, Jessica menyodorkan susu cokelat kotaknya ke hadapan Jongin.

” Sudah lama kita tidak bertemu…”

Jongin masih terdiam menatap Jessica sambil lalu membuka earphone yang sejak tadi menutupi kedua telinganya.

” Ini, susu cokelat dingin kesukaanmu.” Jessica memberikan senyumannya yang manis.

Jongin tertegun melihat senyuman manis itu. seketika, otaknya seperti mengajak Jongin untuk mengulang memori-memori masa lalu bersama yeoja didepannya saat ini. Jongin masih terdiam melihat senyuman yang masih terukir indah dibibir Jessica.

” Hoy!” Tiba-tiba saja Sehun datang dan langsung membuyarkan lamunan Jongin. Jongin segera membuang tatapannya ketika tersadar kalau sejak tadi dirinya sudah terhipnotis oleh senyuman manis Jessica.

” Eo~” Sapa Jongin kepada Sehun.

dengan cepat, Sehun segera meraih susu cokelat kotak dingin yang ada didepan Jongin, ” Wah susu cokelat! kau dapat dari mana? se-tahuku pihak kantin tidak memberikan minuman pencuci mulut susu.”

” Kau mau? ambil saja” Jawab Jongin santai.

Jessica mendadak seperti hancur berkeping-keping. ia tidak menyangka kalau reaksi Jongin akan sedingin ini. apa yang diharapkannya sangat berbeda 180 derajat. rasanya, Jessica ingin sekali mengambil susu cokelat itu dan melemparkannya ke arah Jongin. namun niatnya itu harus segera terhapuskan saat Sehun menyadari kehadirannya didepan mereka.

” Eo~ ada Jessica sunbae” Sapa Sehun lalu segera membungkuk dihadapan Jessica.

” Eo~ Annyeong…” Jessica segera membungkuk dengan cepat dan menutupi rasa kekecewaannya kepada Jongin agar Sehun tidak terlanjur curiga dengan dirinya dan Jongin.

” Apa kau tidak makan siang, Sunbae?”

baru saja Jessica ingin menjawab, tiba-tiba Jessica menyadari ada seorang yeoja yang baru saja melewatinya dan segera duduk disamping Jongin dengan mesra. Hati Jessica kembali geram dan panas.

” Kai~a apa kau suka dengan makanan disini?” Tanya yeoja itu dengan lembut dan sepertinya sudah mengenal dekat dengan Jongin.

Jongin menolehnya lalu tersenyum seperti tanda ia menyukai makanan dikampus baru mereka.

Jessica tak tahan dengan pandangan di depannya saat ini. rasanya Jessica ingin segera mengebrak meja sekuat-kuatnya dan mengeluarkan isi hatinya saat ini di depan Jongin. perasaanya yang sudah menunggu Jongin bertahun-tahun dan masih mencintainya sampai kapanpun. namun itu semua harus Jessica pendam saat yeoja itu menyadari ada kehadiran Jessica dihadapan mereka.

” Annyeong haseyo Jessica sunbae” Sapa yeoja itu dengan sopan sambil membungkukkan tubuhnya.

Jessica membalas membungkuk dengan sedikit canggung lalu matanya segera mencari nama disebuah nametag disekitar baju yeoja didepannya. dan akhirnya tertangkap. namanya adalah Krystal.

” A-annyeong haseyo, Krystal…” dengan berat hati, Jessica harus menjawabnya.

” Apa yang sedang kau lakukan disini, Sunbae?”

Jessica terlihat panik mencari kata-kata untuk menjawabnya. tidak mungkin ia akan menjawab jika tujuannya ke sini untuk bertemu dengan Jongin yang sudah lama ia rindukan. pasti masalahnya akan semakin sulit dan rumit.

” Yaak!”

Jessica terlonjak kaget ketika ia merasakan seperti ada yang menyentuh pundak dan memanggilnya. Ternyata Taeyeon.

” Kau dicari Leeteuk dan Boa sunbae. ku cari kau sampai keluar kantin ternyata kau sedang berkumpul dengan para juniormu disini”

Jessica seperti diselamatkan oleh Taeyeon. kini ia tidak perlu menjawab pertanyaan Krystal. Jessica buru-buru berpamitan dengan ketiga juniornya sebelum pergi meninggalkan meja mereka.

” Maaf aku harus pergi, silahkan nikmati makan siang kalian. annyeong…” Jessica membungkuk lalu segera berbalik.

” Annyeong…” Sehun dan Krystal membalas ucapan pamit dari Jessica namun tidak dengan Jongin. Jessica menyadarinya dan ia hanya menggerutu kesal didalam hati menanggapi respon dingin dari Jongin.

***

Sebelum membubarkan kegiatan, Leeteuk kembali mengajak para mahasiwa untuk berkumpul kembali ditengah lapangan memberikan pengumuman untuk besok. karena besok adalah hari terakhir kegiatan mereka.

” Karena besok adalah hari terakhir acara kegiatan kita ini, karna itu pihak kampus akan membawa kita rekreasi ke pantai Gyeongpo.”

sorak-sorai dan tepuk tangan kegembiraan dari para mahasiswa mulai gaduh.

” Kita tidak akan bermalam disana, karna lusanya kalian sudah harus memulai belajar dikampus kita ini. karena itu persiapkan perlangkapan kalian masing-masing. besok kita akan berkumpul disini pukul 7 pagi. tidak boleh terlambat karena jika salah satu dari kalian terlambat, pihak kampus tidak akan menanggungnya.”

para mahasiswa paham dan mengerti dengan pengumuman yang Leeteuk berikan. setelah selesai dengan pengumuman yang diberikan, Leeteuk segera membubarkan barisan dan para mahasiswa pun mulai bersiap-siap untuk pulang dan segera menyiapkan perlengkapan mereka untuk esok pagi.

setelah barisan terlihat mulai menyepi sedikit demi sedikit, Jessica mencari keberadaan Jongin dan ia menemukannya. Jongin sedang berdiri dengan santai di depan kampus sambil memasang earphone di kedua telinganya. tanpa membuang banyak waktu, Jessica segera berlari ke arah yang dituju.

setelah tepat dibelakang Jongin, Jessica menarik nafasnya pelan-pelan lalu mengatur nafasnya yang terasa tersengal-sengal karena berlari cukup kencang karna jaraknya yang lumayan jauh. setelah ia merasa nafasnya sudah kembali normal, Jessica mulai melangkahkan kakinya yang berat untuk lebih mendekat kepada Jongin. setelah cukup dekat, perlahan Jessica menaikan tangan kanannya untuk menepuk punggung Jongin yang berbidang. lalu, Jessica pun berhasil menepuknya.

Jongin tersadar lalu dengan cepat melepas kedua earphonenya dan segera menoleh ke asal tepukkannya.

jarak keduanya cukup dekat. hingga Jessica dapat merasakan hembusan nafas Jongin yang sudah lama tak ia rasakan kini dapat ia rasakan di atas poninya. mungkin karena tadi teralu gugup, Jessica tidak bisa mengatur jarak saat berada dengan Jongin. Jessica tidak bisa mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Jongin. matanya hanya terpaku ke depan melihat dada Jongin yang berbidang dan harus diakui olehnya kalau Jongin kini sudah berubah.

” Ada apa?”

Jessica seperti tersambar petir ketika telinganya mendengar kembali suara berat yang dulu ia sering dengar dan ia rindukan. jantungnya semakin tidak terkontrol berdetak. tak ingin membuang kesempatan emas yang sedang dihadapannya, Jessica segera menyodorkan sebuah kotak berwarna biru muda, warna kesukaan Jongin kepada Jongin. Jongin mengernyit bingung namun menerimanya.

” Apa ini?” Tanya Jongin singkat.

sebelum menjawab, jessica menarik nafasnya dalam-dalam agar tidak ada kesalahan kata saat menjelaskannya. ia tidak mau merusak momen ini sedikit pun.

” A-aku masih ingat, dulu itu kau sangat senang bermain gitar. kau selalu menyanyikan sebuah lagu untukku dengan dengan suara gitarmu. aku memberikan pick gitar ini untukmu agar saat kau memetik senar, jarimu tidak akan terluka. sebenarnya aku sudah menyimpan pick ini dari beberapa tahun yang lalu. aku berniat memberikan ini saat… saat kepergianmu ke Amerika.”

Jongin sedikit tersentak saat mendengar ucapan Jessica yang terakhir.

” Tapi, apa yang ku rencanakan tak berjalan sesuai rencana. aku…”

” aku sudah lama berhenti bermain gitar.”

Jessica terkejut lalu mengangkat kepalanya, ” A-apa?”

” Aku sudah lama berhenti bermain gitar” Jongin mengulang kembali kata-katanya masih dengan ekspresi yang dingin dan dengan tatapannya yang lurus menatap Jessica.

Jessica tidak dapat menerima dengan apa yang telah didengarnya. matanya hampir berkaca-kaca saking terkejut dan kecewa mendengar ucapan Jongin. kakinya serasa lemas dan seperti sulit untuk menopangnya. namun Jessica tidak ingin terjatuh dihadapan Jongin. Jessica tidak mau terlihat lemah dihadapannya. sekuat mungkin, Jessica menahan rasa sakit serta air matanya yang hampir terjatuh.

” Hoy, Kai! maaf aku membuatmu lama menunggu.” Kemudian sehun muncul di hadapan mereka lalu segera melihat Jessica yang masih berdiri mematung di depan Jongin, ” Sun-sunbae, Annyeong haseyo apa yang sedang kau lakukan disini?”

belum juga Jessica membuka mulutnya untuk menjawab, Jongin segera mengajak Sehun untuk beranjak pulang.

” Sudah teralu siang, ayo kita pulang sebelum semakin sore.” Jongin segera merangkul Sehun untuk beranjak namun sepertinya Sehun masih ingin sekedar berbincang-bincang dengan Jessica. tapi ada daya, ajakan Kai teralu kuat sehingga Sehun pun mulai beranjak dari tempatnya lalu meninggalkan Jessica yang masih berdiri mematung.

walaupun Jongin dan Sehun kini sudah menghilang dari hadapannya, Jessica masih belum bisa berpindah dari tempatnya. respon dingin dari Jongin masih teringat oleh Jessica yang sudah membuatnya sakit hati karena kecewa. kini Jongin yang dulu dikenalnya sebagai anak yang ceria dan kekanak-kanakan bukanlah seperti itu. Jongin yang sekarang telah berubah drastis menjadi pria yang jauh lebih beribawa dan dewasa. sangat berbeda 180 derajat dari yang dulu. namun perubahannya kini tidak membuat Jessica merasa senang dan bahagia namun merasa terpuruk dan lebih terpuruk ditinggal pergi Jongin saat dibandara.

***

” DAEBAK~~~!!!” Seru Taeyeon sesampainya ia beserta rombongan anak-anak lain di pantai Gyeonpo keesokan paginya.

Hari ini seluruh mahasiswa diberikan kebebasan untuk melakukan aktifitas mereka di pantai ini. Jessica yang sejak awal keberangkatan hingga sampainya di pantai, tak mengeluarkan suara atau bahkan memberikan ekspresi yang semangat sesampainya ia di pantai. berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang sudah menyebar ke segala pelosok pantai ketika Leeteuk memberikan pengumuman pada mereka.

Taeyeon sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengajak Jessica jalan-jalan ke sekitar pantai. namun, Jessica tidak meresponnya. mungkin kejadian kemarin masih melukai hatinya dan belum sembuh sepenuhnya. akhirnya, Taeyeon meninggalkan Jessica sendirian ditengah pantai.

Jessica berjalan-jalan tanpa arah disekitar pantai. kepalanya tetap tertunduk melihat kakinya yang sejak tadi menendang-nendan pelan pasir pantai. di kepalanya masih terputar kejadian kemarin. tiba-tiba kepalanya terangkat karna ia melihat ada kerumunan di dekat sana. Jessica penasaran seperti tertarik untuk ikut kedalam kerumunan orang-orang disana.

” Permisi… permisi…” Jessica mencoba masuk ke lebih jauh kerumunan itu karna penasaran apa yang membuat orang-orang berkumpul ketimbang melakukan aktiftas ditengah pantai. saat dirinya sudah berada paling depan, Jessica tercengang melihat apa yang ada didepannya saat ini.

Jongin sedang bernyanyi dengan diiringi gitar hitam miliknya. Jongin menyanyikan lagu Taemin – It’s you tanpa diiringi sehun ataupun teman-temannya yang lain. Jessica tertegun mendengar lirik bait per bait.

I’m telling you that I want you
I’m telling you that I’m calling you
Hold my hand, hold my hand
I’m afraid that I’ll lose you

I’m telling you that I want you
I’m telling you that I love you
Are you listening to my heart for you?
It hurts just to look at you

I still need you, I still you
Nothing can replace you
Cuz I love you – wait for me
I will tell you my heart

Lagunya selesai. tepukkan mulai bergemuruh memberi sanjungan kepada Jongin. Jessica yang masih tertegun, tak sadar kalau lagu yang dinyanyikan Jongin telah selesai. Jessica masih tenggelam dalam lamunannya karna lirik yang dinyanyikan Jongin. Jessica yakin kalau lagu itu sengaja ia nyanyikan karna untuknya. karna jauh dilubuk hatinya, Jongin masih mengharapkan Jessica dihatinya.

namun Jessica segera tersadar dari lamunannya ketika yeoja bernama Krystal mulai berlari-lari kecil menghampiri Jongin. Jongin bangkit dari duduknya dan tersenyum menyambut Krystal. hati Jessica terasa meledak tak karuan. kesal, benci, hingga cemburu kini bercampur aduk dihatinya. matanya yang sejak awal tadi terlihat tersanjung, kini berubah menjadi murka karna kemunculan Krystal. Jessica tak tahan melihatnya, ia berniat segera beranjak dari tempatnya. namun langkahnya terhenti saat tak sengaja Sehun mendorong pelan dari belakang punggung Jongin. Jongin hampir kehilangan keseimbangan sehingga tidak sengaja menjatuhkan benda yang sejak tadi ia genggam ditelapak tangannya. Jessica melihat benda itu terjatuh dan kini matanya hanya tertuju pada benda kecil berwarna kebiru-biruan yang sepertinya tidak asing dimata Jessica. tak lama, kedua mata Jessica segera terbelalak dan menggeleng tak percaya apa yang dilihatnya.

pick gitar!

Jongin segera membungkuk dan mengambil pick gitar yang tadi terjatuh karna dorongan pelan Sehun. lalu, Jongin kembali menggenggam pick kecil itu dan membalas memukul pelan pundak Sehun sambil bercanda. kedua sahabat itu sekarang tertawa pelan lalu mulai berjalan meninggalkan tempat mereka bersama krystal disekitar mereka.

Jessica masih terpaku ditempatnya walaupun kerumunan sudah menyepi. air matanya pun terjatuh dan membasahi pipinya. air mata bahagia dan kagum ini lah yang sedang Jessica rasakan. Jessica tidak menyangka dengan semuanya. benar-benar diluar dugaannya. setelah cukup lama Jessica berdiri mematung, akhirnya Jessica segera tersadar. kerumunan memang benar- benar telah sepi dan kini ia mencari Jongin namun tak ada. Jessica segera beranjak dari tempatnya untuk mencari Jongin.

sudah hampir satu jam Jessica mencari-cari keberadaan Jongin hingga sampai mencari keseluruh pelosok pantai. namun yang dicari tidaklah ketemu. Jessica hampir saja putus asa namun keputus asaannya seperti menghilang begitu saja saat telinganya mendengar petikan suara gitar yang ia masih kenal dengan irama petikan itu. Jessica segera berjalan ke arah sumber irama dan sampailah ditempat yang ia cari.

” Jongin…” Sapa Jessica saat mendapati Jongin sedang duduk santai di sebuah balkon.

Jongin menghentikan petikkannya, kepalanya terangkat dan mendapati kontak mata dengan lawan jenis didepannya saat ini. ia tidak menjawab sapaan Jessica namun matanya masih menatap dengan dalam kedua mata Jessica.

Jessica merasakan degupan jantungnya kini sudah mulai kencang. nafasnya mulai terasa tak beraturan. diam-diam, Jessica sedang berusaha mengontrol degupan jantung agar ia tidak merusak momen yang sudah ia tunggu-tunggu ini. Jessica melihat pick gitar yang kemarin ia berikan kepada Jongin kini sedang berada ditangan Jongin.

” Aku… aku tak menyangka kalau kau masih tertarik untuk bermain gitar. Aku suka dengan lagu yang kau bawakan tadi.”

Jongin tidak merespon namun masih menatap Jessica. hati Jessica terasa meledak-ledak melihat tatapan dalam Jongin. ” ayo Jessica kau pasti bisa! ayo ayo kontrol emosimu!” batin Jessica berteriak-teriak.

” aku juga tidak menyangka kalau kau memakai pick gitar yang ku berikan, aku…”

” Hubungan kita sudah berakhir.”

DENG! Hati Jessica terasa tersambar petir disiang hari ketika Jongin mengeluarkan kata-kata yang tidak diharapkan oleh Jessica. Jessica tidak bisa melanjutkan kata-katanya, mulutnya masih terbuka. sepertinya ia cukup syok untuk kesekian kalinya.

” Gitar dan pick ini hanya ku gunakan untuk hari ini saja. karna Leeteuk sunbae memintaku untuk membawakan sebuah lagu saat tiba disini.” Jongin terus melanjutkan kata-katanya. lalu tak lama, ia segera bangkit, ” Ini ku kembalikan padamu” Jongin memberikan pick kecil berwarna biru kepada Jessica.

Tangan Jessica terasa berat untuk mengambil pick biru yang kini sedang ada dihadapannya menunggu tangannya menyambut. hati Jessica terasa hancur berkeping-keping. batas kesabaran Jessica seperti sudah terlewatkan. matanya mulai berkaca-kaca karna tak kuat menahan perih hatinya. karna emosi, Jessica menepis tangan Jongin sehingga, pick biru kecil itu terjatuh.

Jongin terkejut dengan reaksi Jessica.

” Kau jahat” suara Jessica mulai bergetar menahan isakkan tangisnya dengan kepala tertunduk, ” mungkin sampai saat ini kau masih berpikir kalau aku lah yang menginginkan hubungan ini berakhir, tapi kau salah… kau tak tahu bagaimana perjuanganku saat mencoba mencegahmu untuk pergi ke Amerika. hatiku hancur saat sesampainya aku dibandara kau telah pergi. aku memaki diriku sendiri karna kebodohanku, aku terus merasa bersalah bertahun-tahun karna telah melepasmu pergi. aku masih mengharapkan kau kembali. kau tak tahu betapa terkejut dan bahagianya aku saat tahu kini cinta pertamaku ada dihadapanku. namun nyatanya, kau telah berubah. kau bukan Jongin yang dulu ku kenal dan ku cinta. aku kecewa… sangat kecewa!” Jessica mengangkat wajahnya memperlihatkan kalau air matanya sudah tak tertahankan.

Jongin terperengah saat melihat wajah Jessica saat ini. ia merasa terpukul, ia ingin sekali mengusap air mata yeoja dihadapannya saat ini, namun Jessica sudah beranjak dari hadapannya karna merasa sedih.

***

Jessica tak tahu kemana arah ia berlari. ia tak sadar, karna sepanjang jalan ia hanya menangis tak berhenti hingga sesampainya di sebuah jembatan yang menghubungkan antara daratan menuju tengah-tengah pantai. Jessica mulai meluapkan tangisannya. ia tak menyangka bisa mengucapkan kata-kata yang selama ini sebenarnya tak ingin ia ucapkan. namun sikap Jongin yang dingin itu lah yang membuat Jessica hilang akal dan mengucapkannya.

” Napeun namja! (cowok berengsek) ” Jessica masih menangis hingga terisak-isak. kini disekelilingnya hanya sebuah air pantai. tak ada orang sedikit pun karna hari sudah mulai beranjak sore dan ingin malam.

tiba-tiba, Jessica mendengar ada sebuah langkah kaki yang berat sedang menuju ke arahnya. Jessica tidak segera menoleh, namun ia sangat hapal dengan langkah kaki itu. ia hanya melirik dari ujung matanya dan melihat ada sebuah gitar yang sepertinya sedang ditenteng oleh si pemilik. ya, dugaan Jessica benar. kini Jongin sedang berjalan menghampirinya. Jessica segera membuang mukanya, ingin menutupi wajahnya kini yang sudah sembab.

” ada apa kau kesini?” Jessica segera bertanya dengan ketus saat Jongin sudah tepat berada disampingnya. wajahnya masih belum menyambut kehadiran Jongin.

” Mianhe…” suara Jongin kini mulai sedikit merendah.

ketika mendengar kata-kata itu, hati Jessica terasa luluh seketika. kini rautan wajahnya berubah menjadi sedikit mencair.

” aku tak tahu kalau kau ternyata mengejarku saat itu. aku kira kau benar-benar tidak ingin melanjutkan hubungan ini. aku juga merasakan hal yang sama sepertimu. hatiku hancur saat tiba kepergianku namun kau tak kunjung datang. tapi kini… setelah mendengar penjelasan darimu, aku merasa aku lah yang salah. tak seharusnya aku bersikap seperti ini kepadamu.”

Jessica tak bisa menahan rasa terharunya. air matanya yang tadi sempat berhenti, kini jatuh kembali karna terharu mendengar ucapan Jongin.

” aku… aku sangat merindukanmu… Noona…” akhirnya Jongin mengungkapkan isi hatinya selama ini.

Jessica merasa seperti sedang bermimpi. ia tak tahu apa mimpi ini telah membawanya kehidupan nyata atau masih menjadi bunga tidurnya. perlahan demi perlahan, Jessica mulai menolehkan wajahnya untuk melihat wajah Jongin yang ia rindukan juga. Jongin menyenderkan gitarnya di sisi jembatan dan segera membuka kedua tangannya untuk menyambut Jessica dipelukkannya. dengan cepat, Jessica segera melesat kedalam pelukan Jongin yang sudah sangat ia rindukan bertahun-tahun.

” Aku juga sangat merindukanmu… Jongin~a” Tangis Jessica kembali meledak. ia memeluk erat pinggang Jongin sehingga Jongin tersenyum geli merasakannya.

” Kau tumbuh semakin cantik, Noona” Jongin mengelus lembut kepala dan rambut Jessica. ia pun menikmati pelukkan hangat dari yeoja yang sudah lama tak pernah ia rasakan.

Jessica tersipu malu saat dirinya dipuji oleh Jongin. namun rintikkan hujan sepertinya tidak mendukung kebersamaan mereka saat ini. Jessica segera melepaskan pelukkannya ketika air hujan membasahi keningnya.

” Yaak! hujan!” Jessica sibuk menutupi kepalanya dengan kedua tangan. dengan cepat, Jongin segera mengambil gitar yang ia senderkan lalu menarik Jessica kedalam kemeja birunya agar kepalanya tidak kebasahan terkena air hujan. Jongin rela tubuhnya yang basah dibanding Jessica karna itu dengan hati-hati, Jongin menutupi kepala Jessica dengan kemejanya. Jessica terharu melihat sikapnya Jongin. kini ia jauh lebih dewasa. lalu tak lama, keduanya segera berlari mencari tempat teduh.

***

sampailah mereka disebuah rumah penginapan yang ukurannya tidak teralu besar. hanya memfasilitasi satu kamar dengan satu kamar mandi dan satu ranjang tempat tidur. Jongin segera memesan satu kamar, karna uangnya tak cukup untuk memesan satu kamar lagi. Jessica yang sejak tadi hanya terdiam sambil membersihkan bajunya, tertegun melihat sikap Jongin sekarang. ia begitu tanggup jawab membuatnya merasa nyaman kalau bersamanya. setelah mendapatkan kunci, Jongin menarik tangan Jessica untuk menuju kamar yang dipesan.

” Kau mandi dulu saja, aku akan segera mencari tempat laundri di penginapan ini.” Kata Jongin sesampainya di kamar dan segera mengecek kamar mandi yang akan dipakai.

” apa… kita menginap disini?” Tanya Jessica polos.

Jongin menghela nafasnya dan memberi tahu arah jarum jam di arlojinya saat ini kepada Jessica, ” Ini sudah pukul 6 sore. rombongan bis pasti sudah berangkat dan sedang dalam perjalanan menuju seoul. lebih baik kita menginap semalam dulu saja disini.”

Jessica sedih saat tahu dirinya ditinggal oleh rombongan menuju seoul. karna ia ingin pulang, bajunya sudah basah dan tasnya pun berada di bis. ia tidak bisa menghubungi Taeyeon ataupun keluarganya.

” Sudah jangan putus asa, hanya semalam saja takkan terjadi apa-apa” Jongin berusaha menghibur Jessica.

Jessica mulai melihat ke arah sekitar kamar, ” tapi… apa kita akan tidur disini?”

” kau tenang saja, kau yang tidur disini, mungkin aku akan tidur dilobbi. karna itu aku ingin mencari tempat laudry sekitar sini untuk mengeringkan bajuku dan bajumu.” saat itu, mata Jongin langsung melihat kearah pakaian Jessica yang sudah basah menempel dengan kulit Jessica. kemejanya yang putih transparan seperti menjiplak bentuk buah dada Jessica dan seketika membuat Jongin merasa panas sendiri.

” sudah-sudah kau ganti bajumu dengan handuk setelah itu berikan padaku agar segera ku keringkan.” Jongin segera melempar kimono handuk ke arah Jessica tanpa menoleh kearahnya.

” Yaak! kau kasar sekali. iya-iya aku segera menggantinya.” Jessica menerima handuk itu dan segera beranjak ke kamar mandi.

setalah Jessica menutup pintu kamar mandi. Jongin mengipas-ngipaskan kepalanya yang mendadak panas karna ulah matanya yang nakal melihat ke arah daerah terlarang, ” Haissh~ bisa gila aku ini”

setelah beberapa menit, Jessica pun keluar dan segera menghampiri Jongin yang sedang tertidur di bangku karna menunggu Jessica.

” Yaak~ ini bajuku” Jessica menyenggol paha Jongin dengan pahanya yang sedikit terangkat. Jongin segera tersadar dan saat matanya terbuka, ia melihat ada sebuah paha yang putih dan mulus sedang sedikit terangkat ke arahnya dan telah menyentuh pahanya tadi. Jongin segera bangkit saking terkejutnya. Jessica hanya heran menatap sikap aneh dari Jongin.

” Ka-kau sudah selesai?” Otak Jongin mulai susah mencari kata-kata.

Jessica mengangguk dan masih bingung dengan sikap Jongin yang mendadak aneh.

Jongin segera meraih pakaian Jessica lalu beranjak keluar kamar tanpa mengucap satu atau dua kata sekalipun.

” Yaak! dasar namja aneh!” tapi kemudian Jessica segera tersenyum senang dan bahagia. tidak menyangka kalau hari ini akan tiba waktunya. waktu dimana ia dan Jongin bisa kembali bersama tanpa ada gangguan sedikit pun. walaupun dirinya harus bermalam disini, asalkan ditemani Jongin, Jessica pun merasa tenang.

***

setelah menemukan tempat laundry, Jongin segera memberikan pakaiannya untuk dikeringkan. namun uangnya tak cukup untuk mengeringkan dua stel pakaian sekaligus. karna itu, Jongin hanya mengeringkan pakaian Jessica dan meminta si penjaga laundry untuk memberikannya ke alamat rumah penginapan yang ia kasih.

sesampainya di penginapan, sambil berjalan menuju kamar, Jongin terlebih dahulu mengontrol degupan jantungnya, ” Haish~ pabo. tenang Jongin tenang…” Jongin seperti sedang mensugesti dirinya sendiri untuk tetap tenang. ia masih tak bisa melupakan saat matanya menangkap bentuk buah dada Jessica yang terjiplak karna pakainnya yang basah, dan paha putih Jessica dihadapannya.

“AAAAAAAAA!!!”

tiba-tiba Jongin terlonjak kaget mendengar ada teriakan yang sepertinya berasal dari kamarnya. Jongin segera berlari menuju kamarnya.

***

” Noona! apa kau baik-baik saja?!” teriak Jongin sesampainya didalam kamar dan mencari Jessica.

” Jongin~a!” Jessica memanggilnya dari arah kamar mandi. Jongin segera melesat menuju kamar mandi dan membuka pintu selebar-lebarnya, ” Mwoya?!”

saat Jongin membuka pintu, Jessica segera berlari kearahnya dan memeluk ketakutan, ” Yaak! ada kecoa di sana! kau tau kan aku takut sekali!”

Jongin segera mengusir kecoa yang ditunjuk Jessica dengan posisi Jessica yang masih memeluknya, ” sudah pergi, Noona”

” Jinja?” Jessica segera menengok ke arah kecoa tadi dan melihat tidak ada lagi kecoa disana. ia segera tersadar, kalau saat ini wajahnya dan wajah Jongin sangat lah dekat. cukup sekali menolehnya, Jessica bisa melihat lekukan bibir Jongin yang tebal dan merah. namun Jessica tidak berani menolehnya. jantungnya mulai berdegup sangat kencang. perlahan-lahan tangannya mulai turun setelah melingkarkan kedua tangannya di leher Jongin. tak ingin melewatkan momen ini, Jongin menurunkan wajahnya untuk segera mendaratkan bibirnya di bibir Jessica. Jessica menarik nafasnya dalam-dalam. tangannya tertahan di dada Jongin lalu segera memejamkan kedua matanya.

” Uhuk-uhuk… Uhuk!” tanpa sengaja, Jessica batuk dan menggagalkan acara hampir ‘ciuman’ mereka. Jongin segera menaikan kepalanya dan tersadar apa yang sudah dilakukannya tadi.

” Mi-mianhe… mungkin teralu lama kena air hujan, aku masuk angin” Jessica tidak bisa menutupi wajahnya yang malu karna sudah menggagalkan usaha Jongin untuk menciumnya.

” Gwenchana~ ya sudah lebih baik kau duduk di depan alat pemanas ruangan. aku ingin mandi” Jongin menyingkirkan dengan pelan Jessica untuk segera keluar dari kamar mandi. Jessica masih menunduk menahan rasa malunya.

setelah diluar, Jessica masih belum bisa menenangkan degupan jantungnya. ia yakin sekali kalau kini wajahnya pasti sudah memerah. Jessica masih belum bisa percaya dengan sikap Jongin tadi. rasanya, ia seperti menemukan sisi yang baru dari Jongin.

” Noona~ sepertinya kau lupa mengambil barang ‘pribadimu’ disini” Jongin memanggilnya dari dalam kamar mandi. Jessica mendengarnya namun bingung memikirkan barang yang dimaksud. seketika Jessica seperti teringat dengan sesuatu.

” AIGOO~ BRA-KU!” tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Jessica segera mendobrak pintu kamar mandi dan mendapatkan Jongin sedang membuka kaosnya. Jessica terlonjak kaget saat melihat Jongin sedang bertelanjang dada didepannya. Jongin hanya menatapnya dengan santai tanpa merasa malu sedikit pun.

” Mi-mianhe… aku sudah tidak sopan. a-aku hanya ingin mengambil ‘itu’ ” tanpa membuang banyak waktu, Jessica segera mengambil ‘Bra-nya’ diatas westafel dan berniat segera keluar dari kamar mandi.

namun, langkahnya tiba-tiba berhenti saat sebuah tangan yang besar seperti sedang menahan tangan kanannya. Jessica tahu kalau Jongin lah yang menahannya. Jessica merasa jantungnya semakin berdegup dengan cepat.

” Ka-kau mandi dulu saja, maaf telah menggangumu” Jessica mengucapkannya pelan-pelan agar Jongin bisa mengerti lalu kembali beranjak ke luar kamar mandi. namun, Jongin segera berjalan dengan cepat dan mencegat Jessica didepannya. Jessica berdiri terpaku saat matanya berhadapan dengan sebuah dada yang berbidang dan tubuh namja yang cokelat dan polos.

” Mwo-mwoya? bukan kah kau mau mandi? lebih baik ka-kau mandi dulu agar…”

tanpa basa-basi, Jongin segera meraih leher jenjang Jessica dengan cepat dan mengecup bibir Jessica dengan lembut. kedua mata Jessica terbelalak. namun berbeda dengan Jongin yang terpejam sambil menikmati kecupan bibir manis Jessica yang lembut. Jessica masih diam terpaku. bibirnya terasa kaku untuk membalas kecupan lembut dari Jongin. sampai akhirnya, Jongin melepaskan kecupannya dengan nafas yang masih sedikit tersengal-sengal, lalu berbisik dengan lembut, ” Saranghae…”

Telinga Jessica terasa tergelitik merasakan hembusan nafas hangat Jongin ditambah kata-kata yang sudah lama ingin ia dengar dari mulut namja yang ia cintai. tak lama kemudian, Jongin kembali melesatkan bibirnya dengan bibir Jessica dan kembali mengecupnya. merasa kini bibirnya sudah mulai meluluh, Jessica menyambut kecupan Jongin yang lembut dan sedikit liar. Jongin melumat dengan nafsu bibir Jessica dan merengkuh tengkuk leher   Jessica agar memperdalam ciumannya. Jongin mengambil ‘Bra’ milik Jessica dan meletakannya disembarang tempat yang sejak tadi Jessica cengkram dengan kuat, lalu membiarkan Jessica meraba dengan liar pinggang hingga punggung belakangnya.

Jongin menggigit lembut bibir bawah Jessica seperti meminta ijin untuk masuk dan bersilat lidah dengannya. seperti mengerti apa yang dimaksud, Jessica membuka mulutnya dan mempersilahkan Jongin menguasai lidahnya. Jongin tak ingin gadisnya kehilangan stok pernapasan, kepalanya kini bergerak kiri dan kanan agar Jessica dapat mengambil nafas disela-sela kegiatannya. keduanya seperti haus dengan ciuman pasangan masing-masing. wajar saja karna ini adalah ciuman pertama bagi mereka kalau dihitung dari awal mereka menjalin hubungan hingga harus terpisah lalu kembali bersama.

Jessica meremas dengan kuat rambut belakang Jongin. seperti tidak menginjinkan Jongin untuk melepaskan ciumannya yang nikmat. setelah merasa puas ‘merebut’ ciuman pertama gadisnya, kini kedua tangan Jongin mulai turun dan membuka pelan handuk yang menutupi pundak Jessica. Jongin mendaratkan bibirnya di tepi leher Jessica lalu mengecupnya dengan kuat dan menghisapnya dengan sekuat tenaga membuat Jessica meluncurkan desahannya yang pertama.

” Ssshhhhh~ Jongin~aaaa”

mendengar desahan Jessica tak membuat Jongin berhenti mengusai seluruh leher Jessica. Jongin menjadi semakin liar dan nafsunya semakin membeludak. Jongin mengecup, menghisap dan menggigit dengan lembut leher Jessica sehingga menyisakan sebuah tanda merah yang cukup banyak di leher gadisnya sebagai bukti kalau Jessica adalah miliknya seutuhnya. Jessica merasakan sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

” Jo… Jongin~a ssshhhh~” Jessica seperti tak sadar kalau sejak tadi dirinya sudah mendesah berkali-kali. tak tahan menahan kenikmatan yang Jongin kasih kepadanya. Jessica hanya bisa menikmatinya hingga kedua matanya terpejam dan membiarkan namjanya memilikinya seutuhnya malam ini.

Jongin sadar kalau sejak tadi dirinya dan Jessica masih berdiri melakukan pemanasan di awal ‘kegiatan’ mereka. Jongin mengehentikan kegiatannya sementara lalu segera mengangkat Jessica ala bridal style membuat Jessica sedikit terkejut, ” Kau…”

Jongin hanya tersenyum lalu kembali mencium Jessica sambil berjalan ke arah ranjang yang berukuran king size dan meletakkan jessica dengan lembut dibawahnya. Jessica melingkarkan kedua tangannya di leher Jongin dan membiarkan Jongin kembali melanjutkan ciumannya yang kini semakin dalam dan panas. Jongin menopang dengan kedua sikutnya agar tidak menindih tubuh Jessica sepenuhnya. Jongin tau kalau sejak tadi setengah tubuhnya sudah bertelajang. tak mau hanya dirinya saja, kini kedua tangan Jongin mulai melepaskan tali putih panjang yang menutup handuk kimono Jessica. Jessica sendiri tak menyadari kalau kedua tangan Jongin sedang membuka handuknya perlahan-lahan dan kini sudah hampir terlepas dari tubuhnya yang kecil. Jongin melesatkan bibirnya disebelah leher Jessica yang belum ‘tercap’ tanda merah oleh bibirnya sambil mengelus dengan lembut dada atas hingga payudara Jessica. Jesssica merasakan seluruh tubuhnya kini sudah menegang oleh sentuhan listrik tangan Jongin.

” Sshhh~ mmpphhhhh Ini te… teralu nikmat~ aaahhhh” Jessica menyentuh tangan kiri Jongin yang sejak tadi meremas lembut payudaranya di sebelah kanan. Jongin tak ingin ‘aksinya’ ditahan oleh tangan gadisnya. Jongin mencengkram dengan lembut telapak tangan Jessica tanpa menghentikan sedikit pun bibirnya di leher Jessica lalu menuntun tangan Jessica untuk membuka celana jeans birunya.

sambil terus meremas kedua payudara gadisnya, kini jongin meletakkan bibirnya di puting Jessica yang agak kecokelatan dan melumatnya hingga menggigitnya gemas. Tak kalah lincah, Jessica membuka membuka dengan cepat celana jeans biru Jongin lalu membiarkan Jongin melanjutkannya hingga celananya terlepas semua dari tubuhnya. seperti tak ingin membiarkan tangan kanannya menganggur, Jongin meraba perut datar Jessica sampai membuat Jessica menggeliatkan tubuhnya terlihat menggoda dimata Jongin lalu menurunkan tangannya hingga sampai daerah kewanitaan milik Jessica.

” Sssshhh~ Kim… Kim Jongin~a ahhhhh” Jessica mendesah dengan kuat saat merasakan kini daerah kewanitaannya sedang diraba dengan halus oleh Jongin dan merasakan satu telunjuk Jongin sedang mencoba mencari celah untuk memasukkannya. setelah berhasil memasukkan satu telunjuknya, Jongin menggerak-gerakkan dengan pelan dan berusaha mencari titik dari kenikmatan gadisnya.

” Yaak~ Jo… Jongin~a sssshhh~ aakkhhh kau… shhhh” Jessica meracau tak jelas dan tubuhnya terus saja menggenjilang semakin kuat membuat Jongin semakin mempercepat gerakan jarinya di kewanitaan gadisnya.

” Aaahhhhh~” akhirnya Jessica melepaskan orgasme untuk pertama kalinya dan kini tinggal merasakan nafasnya yang tersengal-sengal. tak puas melihat gadisnya kini sedang lemas, Jongin menurunkan kepalanya lalu menyapu bersih cairan yang keluar dari kewanitaan Jessica dengan lidahnya. membuat Jessica kembali menggeliat tak tahan.

” Kau! Kim… Kim Jongin~! aaaakkhhhh” Jessica meremas kuat rambut Jongin dan seperti membiarkan Jongin memperdalam ‘aksinya’.

setelah cukup bermain dengan kewanitaan milik gadisnya, Jongin kembali bertemu dengan bibir mungil milik gadisnya dan melumatnya dengan penuh perasaan dan cinta. Jessica menyambut ciuman itu dan memeluk tubuh namjanya lebih erat sehingga Jessica dapat merasakan kalau ada salah satu tubuh milik Jongin yang sudah ‘membesar’ dan ‘menegang’ .

Jongin tau, ini pertama kalinya Jessica merasakan ada sesuatu yang menganjal ditubuhnya. sembari terlarut dengan ciuman mereka, Jongin mengajak tangan Jessica untuk ‘memainkan’ salah satu tubuhnya dibawah sana dan menuntunnya. Jessica membiarkan Jongin menuntun tangan kanannya dan setelah menyentuh ‘little jongin’ kini gantian Jongin yang membiarkan Jessica bermain dengan ‘adik’ kepunyaannya. Tak butuh waktu lama, Jessica segera meremas dengan lembut junior Jongin sambil terus meremas rambut belakang Jongin dengan tangan kirinya dan tak menghentikan ciuman mereka sedikit pun.

” Mmppphhh ~” Jongin mendesah namun tertahan karna ciuman mereka saat Jessica dengan lincah menarik lalu menaik turun juniornya. mendengar desahan Jongin yang tertahan, Jessica mempercepat ‘kocokkannya’

” Aaakhhh~” berhasil. Jongin melepaskan ciumannya lalu mendesah sambil  memejamkan kedua matanya merasakan nikmat yang diberikan oleh Jessica.   Jongin menggigit bibir bawahnya karna rasa nikmat yang tiada duanya. Jessica tersenyum geli melihat wajah Jongin yang sedang terangsang dan tampan karna ulahnya. Jongin tak tahan lagi menahannya, dengan cepat ia segera menarik tubuh Jessica dan mengangkatnya seolah membiarkan Jessica menduduki tubuhnya. kini Jessica duduk diatasnya dan masih memainkan juniornya lebih lincah.

” Ma… mainkan sepuasmu chagi~a” Jongin tak kuat harus berbicara karna rasa nikmat yang tak dapat terbendung lagi. seperti mengerti apa yang dimaksud namjanya, Jessica menurunkan tubuhnya agak lebih bawah dan kini matanya dapat melihat dengan jelas dan sangat jelas si ‘little jongin’ ini. bentuknya yang sudah membesar dan memerah karna menegang, membuat insting Jessica untuk ‘mencicipinya’ pun berjalan. tak membuang banyak waktu, Jessica mengulum junior Jongin dengan mulutnya dan memainkannya keatas dan kebawah.

” Aaaakhhh~ ooohhhh~ yes babyyyhhh” Jongin menekankan kepala Jessica agar lebih dalam mengulum juniornya yang kini sudah berkedut dan siap-siap akan mengeluarkan orgasme miliknya juga.

” Aaahhhhh~”

” Uhuk uhuk uhuk…” Jessica melepaskan juniornya saat dirinya tersedak karna cairan yang keluar dari junior Jongin sangatlah banyak.

Jongin terbangun lalu dengan cepat mengangkat tubuh gadisnya dan meletakan dibawahnya kembali lalu mencium bibirnya dengan lembut. Jongin menjilati seluruh cairan miliknya di tepi-tepi bibir mungil milik gadisnya dan seperti mentransfer sisa cairan yang didalam mulut Jessica kedalam mulutnya. Jongin melepaskan ciumannya dan menatap kedua bola mata cokelat muda milik Jessica dengan nafas sedikit tersengal-sengal. Jessica mengerti dengan maksud tatapan itu lalu mengangguk dengan mantab. setelah cukup banyak mengambil nafas, Jongin kembali mengecup bibir Jessica dan perlahan membuka kedua paha gadisnya seperti ingin mencari tempat untuk Juniornya bermain.

” Mmpppphhhhh~” Jessica mendesah tertahan saat merasakan kewanitaannya dimasuki oleh junior milik Jongin yang membesar karna menegang. setelah cukup memasukkan ujung kepala juniornya, Jongin semakin memperdalam juniornya didalam sana.

” Akkkhhhh~ appo~ ssssshhh” Jessica melepaskan ciumannya dengan terpaksa karna merasakan perih dan sakit di vaginannya.

” Ini hanya sakit di awal chagi, selanjutnya kau akan merasakan kenikmatannya.” Jongin berbisik lembut ditelinga Jessica seperti memberi kekuatan untuk gadisnya untuk menahannya.

” Tap-tapi ini sakit sekali~ Jongin~a ssshhh”

” Aku akan melakukannya dengan hati-hati demimu, chagi” Jongin mengecup kening Jessica dengan lembut lalu menggerakan sedikit tubuhnya sebagai pemanasan.

” Aaaakhhhh~!” Jessica meremas dengan kuat kedua pundak Jongin hingga memerah karna kukunya.

” Apa kita akhiri saja? kau pasti belum terbiasa.” Jongin menghentikkan gerakannya

Jessica menggeleng, ” Lak-lakukan saja Jongin~a aku hanya belum terbiasa dengan semuanya.”

” Kau serius?”

Jessica mengangguk sambil tersenyum sebisa mungkin karna sejak tadi ia sedang menahan rasa sakit dibawah sana, ” Pelan-pelan Jongin~a”

” Aku mengerti” Jongin mengecup lembut kening, hidung hingga terakhir bibir jessica lalu menciumnya sebagai pelampiasan rasa sakit yang Jessica rasakan. pelan-pelan Jongin kembali menggerakan tubuhnya, tak mau secepat mungkin mencapai klimaksnya karna ia tak ingin menyakiti gadisnya. Jongin mengusap air mata yang keluar dari ujung pelipis mata Jessica lalu mencium kedua mata Jessica dengan lembut.

” Saranghae chagi~” Jongin berbisik lembut ditelinga Jessica memberikan kekuatan kepada gadisnya. Jessica seperti terbang mendengar kata-kata mutiara itu. Jessica mengecup lembut pipi Jongin dan berkata, “kau percepat gerakanmu Jongin~ aku sudah mulai terbiasa”

Jongin menggangguk dan untuk kesekian kalinya Jongin melesatkan bibirnya ke bibir gadisnya dengan lembut. Jessica menyambut bibir namjanya dengan penuh cinta dan mengelus-elus penuh gairah di punggung belakang Jonging.

” Mmmphhh~” Jessica menahan desahannya saat Jongin menyentakkan ‘juniornya’ ke dalam liang kewanitaan Jessica sedikit kuat. Jongin mencengkram lembut tungkuk leher Jessica untuk memperdalam ciuman mereka agar dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan gadisnya.

setelah merasa cukup Jongin bergerak dengan gerakan yang pelan dan dilihatnya Jessica sudah mulai terbiasa dengan ukuran juniornya di dalam sana, Jongin kembali mempercepat gerakkannya dengan sedikit kencang dan mulai mencari titik kenikmatannya.

” Aaahhh~ uuhhhh~ ssshhh~” Jessica kembali mendesah dengan suara yang bergairah membuat Jongin merasa tergoda dan semakin mempercepat genjotannya.

tak mau membiarkan tangan kanannya menganggur, setelah puas mencengkram tungkuk leher, kini tangannya kembali turun dan meraba tubuh gadisnya hingga sampai di buah dada Jessica yang putih mulus dan kenyal lalu meremasnya dengan gemas . hingga membuat Jessica menggeliat tak tahan menahan rasa nikmat yang berkali-kali lipat.

” Ssshhh~ oohhh~” Jongin pun tak kalah mendesah merasakan kenikmatan yang diberikan oleh gadisnya.

” Fas~sssteer Jongin~a aahhhh”

” Comm~ comming chagi~” Jongin menggigit bibir bawahnya saat ia merasakan vagina Jessica yang semakin berkedut dan seakan meremas juniornya sangat kuat.

” Aaaaaaaaahhh~” keduanya berogasme bersama-sama dan sukses membuat basah seprai putih dengan cairan kental milik mereka berdua. Jongin ambruk diatas tubuh Jessica dan sama-sama tak mampu mengatur nafas mereka masing-masing yang tersengal-sengal. Jessica mengelus lembut rambut hitam lebat Jongin dan mencium aroma mint yang masih segar dan harum walau peluh sudah membanjiri wajah dan seluruh tubuh namjanya.

” Kau tak merasa berat?” Jongin berbisik lembut diatas tubuh Jessica.

Jessica menggeleng tak menjawab pertanyaannya.

Jongin mengangkat wajahnya dan menatap wajah Jessica dengan tatapannya yang biasa saja namun mampu membuat Jessica merinding terpesona.

” Mengapa kau menatapku seperti itu?”

” Aku tanya padamu, kau tak merasa berat?”

” Kalau aku merasa berat, aku sudah menyingkirkanmu sejak awal dari atas tubuhku.”

Jongin tersenyum lalu segera menggeserkan tubuhnya kesamping dan menarik pelan juniornya yang sudah puas bermain-main di bawah sana. Jongin menarik bedcover putih tebal dengan kakinya. Jongin menyelimuti tubuh gadisnya dan tak lupa tubuhnya yang sama-sama masih polos tanpa busana.

” Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dirimu” Jessica menyampingkan tubuhnya lalu menatap namja yang kini sedang terpejam  disampingnya.

” Apa?” Tanya Jongin tanpa membuka matanya atau bahkan menoleh kepada Jessica.

” Sejak kapan kau bisa berani ‘seperti ini’ ?”

” Seperti ini, seperti apa maksudmu?”

Jessica terdiam. Jessica menundukkan wajahnya. bingung harus menjawab apa pertanyaan yang tiba-tiba saja mampu membuat otaknya berhenti untuk mencari kata-kata. Merasa tak ada respon balik, Jongin membuka matanya sebelah dan melirik ke arah gadisnya. Jongin tersenyum geli saat melihat sikap Jessica yang mendadak kebingungan karna pertanyaannya. Jongin menyampingkan tubuhnya lalu meraih tubuh Jessica kedalam pelukkannya.

” Sejak saat ini chagi. kau tau, selama hidupku, aku tak pernah memberikan bibirku ini kepada wanita lain selain kepadamu. bahkan aku tak berani menyentuh wanita lain seperti aku menyentuhmu seperti saat ini.”

” Tapi, bukankah selama kau disana, kau sempat berhubungan dengan…”

” Krystal maksudmu?”

Jessica mengangkat wajahnya dan menatap balik Jongin.

” Ya, aku memang sempat berhubungan dengannya, namun entah mengapa aku tak bisa memberikan rasa sayangku yang lebih kepadanya seperti yang kuberikan untukmu. walaupun kau sudah membuatku terluka karna ketidak hadiranmu di airport, tapi aku tetap menyimpan rasa sayang untukmu dan aku merasa yakin suatu saat nanti ruang hati yang kosong ini akan segera terisi kembali oleh wanita yang sempat ku cintai.”

Jessica tak mampu berkata apa-apa. ia hanya bisa tertegun mendengar ucapan Jongin yang mampu mengeluarkan air matanya karna terharu.

” karna itu, aku mengatakan yang sejujurnya kepada Krystal dan aku juga meminta maaf kepadanya kalau ia tidak bisa menggantikan posisimu di hatiku ini.

” Jongin~a”

” Saranghae chagi… i will not leave you alone” Jongin mengecup lembut kening Jessica sembari memejamkan kedua matanya. menikmati suasana yang hangat disekitar mereka.

” Nado… saranghae Jongin~a” Jessica membalas pelukkan Jongin dengan erat lalu tak lama keduanya pun bersama-sama memasuki alam mimpi.

***

Sinar matahari pagi yang menembus jendela kamar penginapan berukuran kecil, menyilaukan kedua mata Jongin. Jongin mengerjapkan kedua matanya perlahan-lahan lalu setelah matanya cukup menangkap objek didepannya, Jongin mendekatkan tubuhnya dan mendekap objek yang ada didepannya. Jongin mengecup lembut tengkung leher belakang Jessica hingga seluruh punggung Jessica.

Jessica menggeliat merasakan ada sesuatu benda lunak yang sedang menciumi punggungnya dengan nafsu. ya, walaupun malam tadi mereka cukup ‘puas’ bermain, namun naluri tetaplah naluri. Jongin tergoda dengan punggung putih mulus milik Jessica. hingga tak dapat menahan diri untuk mencicipinya walau hari sudah pagi.

Jessica membalikkan tubuhnya, mengakhiri kegiatan Jongin yang sejak tadi asyik menikmati punggung mulusnya, ” Apa kau masih belum puas? heum?”

Jongin tersenyum mendengarnya, ” Aku puas dan bahagia sekali, chagi”

Jessica ikut tersenyum mendengar suara serak namun terdengar sexy milik Jongin, lalu mengelus wajah namja yang didepannya dengan kedua telapak tangannya. Jongin merasakan kulitnya seperti tersentrum dengan sentuhan telapak Jessica yang halus dan seperti ingin mendaratkan bibirnya di bibir gadisnya, namun Jessica buru-buru menahan bibir namjanya dengan telunjuk kanannya.

” Ini masih sangat pagi, apa kau mau melakukannya kembali? tubuhku masih lemas dan pegal sekali.”

” Aniya, aku tau kau pasti lelah sekali. kemarin malam aku sangat bahagia sekali karna bisa memilikimu seutuhnya. gomawo chagi”

” Aku juga, aku tak menyangka kalau kau akan melakukannya hanya kepadaku dan aku lah yeoja pertama yang merebut ke- ‘perjakaanmu’ hahaha” Jessica tertawa simpul membuat Jongin gemas melihatnya lalu  mengecup sekilas bibir gadisnya.

” Kita harus kembali ke Seoul secepatnya. karna hari ini adalah hari pertamamu menjalani kehidupanmu di kampus. aku tak ingin kau melewatkannya sedikit pun.”

” Gwenchana chagi, asal melewatinya denganmu, aku rela walau harus tak merasakan hari pertama diriku menjadi seorang mahasiswa.”

” Yaak~ kau gombal” Jessica mencubit gemas pipi Jongin yang tipis dan tersenyum manis karnanya.

***

Hari pertama Jongin sebagai mahasiswa berjalan lancar. dengan hati yang bahagia dan seperti tak ada beban, Jongin menikmati hari pertamanya menjadi mahasiswa hingga beberapa bulan sudah terlewati.

Jessica dengan setia terus berada di sampingnya memberikannya dukungan, semangat, bahkan rasa kasih sayang yang tak pernah berkurang sedikit pun.  Kini, Jongin lebih bisa mencairkan sikapnya yang dingin kepada semua orang. sangat berbeda saat awal dirinya masuk di kampus beken ini dengan dirinya yang sekarang. Sehun, sahabatnya sendiri juga merasakan ada hal yang berbeda dari Jongin. namun Sehun menerimanya dengan respon yang positif bahkan ikut senang dengan perubahan sikap sahabatnya.

Hari ini adalah hari dimana Jessica tepat sebulan bertemu kembali dengan Jongin dan menjalani hubungan mereka seperti dulu. Jessica berniat ingin memberikan ucapan selamat dan sedikit suprise kecil untuk Jongin. namun, namja yang dicari sedang tidak ada di tempat favoritenya, yaitu di ruang latihan dance. handphonenya pun tak sempat Jongin bawa saat dirinya sedang keluar. mungkin Jongin hanya keluar sejenak atau hanya ke toilet, karna itu Jessica lebih memilih menunggu di ruang latihan Jongin dan membereskan isi tas Jongin yang berantakan.

tiba-tiba seperti ada sebuah langkah yang sedang masuk ke dalam ruang latihan dan berjalan tepat menghampiri Jessica. Jessica menghentikan pekerjaanya dan fokus mendengarkan langkah demi langkah dibelakangnya, ” Ini bukan Jongin…” Jessica membatin lalu segera bangkit dan setelah dirinya membalikkan tubuh, dirinya sedikit terlonjak kaget saat tahu Krystal lah yang ada didepannya saat ini.

” Annyeong haseyo, eonni” Krsytal membukukan tubunya memberi hormat kepada Jessica.

” A-annyeong…” Jessica ikut membalas sedikit canggung dan grogi. ” Eonni? tumben sekali ia memanggilku dengan sebutan ‘eonni?’ ” Batin Jessica.

” Ada urusan apa kau datang ke sini?” Tanya Krystal dengan nada masih rendah namun mampu menyentakkan Jessica.

” A-aku… anu… aku…”

” Bukan karna ingin bertemu dengan Kai, bukan?”

Jessica terdiam. tiba-tiba saja, mulutnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata sementara didalam kepalanya sudah berjubel-jubel kata-kata untuk menjawabnya. Jessica hanya bisa terdiam menatap kedua bola mata Krystal yang mendadak menajam dan seakan-akan menghipnotis dirinya untuk tidak bisa menjawab.

” Ah~ aku tau dan aku sudah tau semuanya.”

Jessica mengernyit bingung, ” Tau tentang apa?”

Krystal menarik nafasnya dalam-dalam, ” Mianhe eonni, ku mohon tolong terima lah kenyataannya.”

Jessica semakin bingung dengan apa yang dibicarakan Krystal.

” kau masih tidak paham juga?”

Jessica menggeleng. sementara itu disebrang sana, Krystal segera mengeluarkan sebuah kalung yang melingkar dengan cantik dileher jenjangnya. Krystal memperlihatkan bandul emas putih mengkilat bersimbol ‘KK’ ke arah Jessica. ” ‘Kk’ ? jangan-jangan….” Batin Jessica.

” Ini adalah kalung yang diberikan Kai saat kami berada di Amerika tahun lalu. Kai yang memberikannya kepadaku saat perayaan satu tahun hubungan kami. kalung ini lah pertanda keseriusan hubungan kami. Aku tau, dulu kau itu adalah yeoja masa lalunya yang sempat hadir didalam hatinya. namun untuk sekarang tak ada lagi posisimu dihatinya. kau mengerti maksudku, bukan?”

Jessica mencengkram kuat selembar amplop cokelat hingga seluruh pergelangan tanggannya mendadak memerah dan menutupi kulit putih mulusnya. Jessica ingin sekali menutup kedua kupingnya namun sepertinya perintah otaknya untuk menggerakkan tangganya sangatlah berat dan sulit. wajah dan kepalanya sudah memanas karna emosinya sudah memuncak.

” Kau masih belum mengerti? baiklah biarkan aku menjelaskan kepadamu sejelas mungkin. aku adalah yeojachingunya dan kau bukanlah siapa-siapanya lagi. hubungan kalian sudah berakhir dan itu hanya menjadi kenangan masa lalu kalian. Kai yang sekarang bukanlah JO-NGIN yang dulu kau kenal. JO-NGIN yang sekarang telah berubah jadi Kai. jadi ku mohon, jangan kau ungkit-ungkit kembali masa lalumu didepannya. kau tak mau menjadi pihak ketiga didalam hubungan kami, bukan?”

kedua kaki Jessica mendadak melemas seperti ingin segera jatuh dan menangis sekuat-kuatnya. namun lagi-lagi, Jessica harus menahannya. ia tak mau terlihat lemah didepan ‘rivalnya’ saat ini. Jessica terus menahan emosinya yang sudah meledak-ledak sejak saat tadi.

” Nee~ arraseo” Akhirnya Jessica mau angkat berbicara walau terdengar seperti menahan suaranya yang bergetar.

” Sebenarnya, aku ke sini hanya ingin memberi tahu Jongin kalau…” Jessica menarik nafasnya sedalam mungkin sebelum melanjutkannya, ” Kalau… awal bulan depan nanti aku akan segera berangkat ke Inggris.” sekuat mungkin, Jessica menahan air matanya agar tidak terjatuh sampai ia menyelesaikan kata-katanya.

” Tolong sampaikan itu saja kepadanya. aku pamit, annyeong…” Tanpa membuang banyak waktu, Jessica segera melangkah melewati Krystal dengan setengah berlari menutupi mimik wajahnya yang kini sudah berubah menjadi sedih.

selang beberapa menit setelah Jessica keluar, Jongin masuk dari pintu yang berbeda samvbil menenteng sebotol air mineral ditangan kirinya. Jongin terkejut saat Krsytal sedang berdiri menghadap arah pintu saat Jessica keluar.

” Mengapa kau disini, Krys?”

Krystal menoleh, ” Eo~ kau sudah kembali, dari mana saja?”

” Aku habis dari toilet. Hei, kau belum menjawab pertanyaanku, mengapa kau disini?”

Krystal mengelus rambutnya dengan tangan satunya, mencari alasan agar Jongin tidak mencurigai dirinya kalau tadi ia habis bertemu dengan Jessica disini, ” Aku ingin mengajakmu untuk makan siang bersama-sama”

Jongin menegak air mineralnya lalu mengelap sisa-sisa air dibibir tebal dan merah dengan pergelangan tangannya, ” Kau tak perlu repot-repot mengajakku. aku akan mengajak Jessica noona untuk makan siang.” Jongin segera mencari nama yeoja yang ia cari di kontak ponselnya.

Krystal menggerutu dalam hati. kesal kepada Jongin karna telah menolak ajakannya mentah-mentah.

Jongin menghembuskan nafasnya yang kecewa. nomor yeoja yang ia dituju tak dapat dihubungi. Jongin tetap menghubungi Jessica namun hanya suara operator lah yang menjawab panggilannya.

” Aiiisssh! kemana saja yeoja satu ini? mengapa handphonenya tidak aktif?”

” Kau masih mau menunggu Jessica sunbae? ku rasa sebentar lagi jam makan siang akan berakhir, kalau kau telat, kau akan sakit, Kai” Krystal tetap berusaha untuk meluluhkan hati Jongin.

Jongin meraih tas ransel hitam nikenya dan menyelempangkannya ke samping, ” Kau makan saja dulu, mungkin Sehun sudah menunggumu dikantin. aku pergi dulu, annyeong” Jongin segera pamit dan meninggalkan Krystal yang sejak tadi sudah menggenggam kedua tangannya menahan rasa kesal dengan kencang.

***

sudah hampir akhir bulan Jongin belum menemukan kabar dari Jessica. baik dikampus atau di rumahnya, Jongin tidak dapat bertemu dengan Jessica. Handphonenya yang dituju pun masih belum aktif dan belum bisa menjawab panggilan Jongin. Jongin semakin putus asa dan khawatir sekali dengan keberadaan yeojanya saat ini. Jongin terus menunggu Jessica didepan kelasnya, namun yeoja yang ditunggu tak pernah muncul. saat berkunjung di rumah Jessica, Jongin pun tak dapat bertemu dengan Jessica. eomma Jessica pun tak memberi tahu dimana keberadaan putrinya saat ini kepada Jongin. hingga batas kesabaran Jongin sudah melewati batas, Jongin pun segera menemui Taeyeon, sahabat Jessica yang hanya ia tahu.

” Taeyeon sunbae!” Jongin menjegat Taeyeon saat Taeyeon hampir saja keluar dan melewatinya.

Taeyeon menatap Jongin dengan kerutan dikeningnya, ” Waeyo? kau… Kim Jongin atau Kai, bukan?”

Jongin mengangguk. ia merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan namanya. Jongin segera bertanya pada intinya, ” Kau tau dimana Jessica sunbae saat ini?”

Taeyeon membulatkan kedua matanya, ” Kau tidak tahu?”

Jongin berbalik menatap Taeyeon bingung, ” Tahu… tahu tentang apa?”

” Aigoo! jadi Jessica belum memberi tahumu?”

Jongin menggeleng dengan mantab dan semakin penasaran dengan apa yang dimaksud Taeyeon, ” Aku benar-benar tidak mengerti dengan maksudmu, sunbae. tolong jelaskan padaku, juseyo!”

Taeyeon menghela nafasnya yang panjang, ” Jadi, beberapa minggu yang lalu Jessica ingin pergi menemuimu. dia ingin menemuimu karna mau memberi tahu kabar baik sekaligus bertanya padamu bagaimana jalan yang terbaik yang harus ia pilih.”

Jongin mendengarkannya dengan baik-baik.

” Jessica… Jessica lolos audisi dan terpilih menjadi finalis England’s models di Inggris, Kai.”

seketika, tubuh Jongin mendadak melemas dan raganya bagai keluar dari tubuhnya.

” saat itu, Jessica ingin bertanya padamu, apakah ia tetap melanjuti kontes itu atau lebih baik tetap tinggal di Korea. karna satu sisi, ia berat untuk meninggalkanmu disini walaupun sebenarnya ia ingin mengejar impiannya menjadi model di Inggris. tapi tiba-tiba saja, ia memilih untuk mengikuti kontes itu walau tanpa memberi tahumu terlebih dahulu. karna itu aku bertanya padamu, apa kau belum tahu dengan ini semua?”

Jongin tak mampu menjawabnya. otaknya terasa berputar-putar dengan hebat. yang ia butuhkan saat ini adalah kehadiran Jessica dan menjelaskan kepadanya mengapa ia memutuskan pilihannya itu sendiri.

” Kalau tidak salah, setelah jam kuliah selesai, Jessica berkata kepadaku kalau ia ingin menemuimu di ruang latihan dancemu saat jam makan siang. ku kira ia sudah bertemu denganmu.”

Jongin menenggakan kepalanya dan menatap Taeyeon tajam. Taeyeon bergedik ngeri melihat mimik wajah Jongin saat ini, ” Kau… kau mengapa menatapku seperti itu? hah?”

” saat jam makan siang? diruang latihanku?” Jongin mengulang kata-kata Taeyeon. Taeyeon mengangguk canggung.

” Jangan-jangan…” tanpa membuang banyak waktu, Jongin segera pergi dengan terburu-buru meninggalkan Taeyeon yang masih berdiri bingung melihat reaksi Jongin yang tiba-tiba saja menjadi aneh.

***

” Jung Soo Jung!” Jongin menyebutkan sebuah nama yeoja lengkap dengan marga koreanya tepat dibelakang Yeoja yang dimaksud saat kumpulan anak-anak vocal group telah meninggalkan ruang latihan.

Krystal menoleh lalu terkejut saat tahu Jongin lah yang memanggil nama koreanya.

” K-kai… waeyo?”

” Katakan padaku yang sejujurnya, apa minggu lalu kau sempat bertemu dengan Jessica diruang latihan danceku saat jam makan siang?” Tanya Jongin to the point mampu membuat Krystal tersontak kaget dan tak sengaja menjatuhkan beberapa buku dari dekapan tangannya.

” Waeyo, Krys? mengapa kau terdiam? katakan padaku yang sejujurnya, juseyo!” Jongin menekankan kata ‘juseyo’ diakhir kalimatnya.

” M-mianheyo… kai~a… jeongmal mianhe…” Krystal menundukkan kepalanya. tak mampu menatap tatapan Kai yang sedang emosi.

” Mengapa kau meminta maaf?” Jongin menahan nada suaranya agar tidak terdengar meninggi dihadapan seorang Yeoja.

” Ya, minggu lalu aku memang bertemu dengan Jessica sunbae diruang latihanmu.” Krystal menjawab dengan berusaha tetap tegar.

Jongin membulatkan kedua matanya tak percaya, ” Mengapa kau tak memberitahuku kalau saat itu Jessica sedang mencariku?!”

” APA SEBEGITU PENTINGNYA KAH JESSICA UNTUKMU? KIM JONGIN?!” Krystal mengangkat kepalanya dan tak dapat menahan suaranya yang kini sudah bergetar dan meninggi.

” mengapa kau berbicara seperti itu? ku kira kau sudah mengerti dengan semua penjelasanku yang telah ku katakan padamu saat berada di Amerika. tapi ternyata…”

” Aku mencintaimu kai… hiks… jeongmal sarang…hae…” Krystal menangis tersedu-sedu tak mampu menahan emosinya pula. emosi yang sudah ia tahan berminggu-minggu saat melihat Jongin kembali berhubungan dengan Jessica.

” Tapi aku tak ingin menyakitimu, Krys. bukankah kau tau siapa cinta pertamaku? siapa yeoja yang kusayang dan kucinta sampai saat ini? sungguh, aku tak ingin menyakiti perasaanmu. aku tak ingin kau tetap menaruh harapan kepadaku, Krys. aku pun telah mengatakannya padamu sejak awal kita berhubungan. aku menerima perasaanmu karna kau memintaku untuk membantu menghilangkan harapan seorang pria yang masih berharap kepadamu. kau pun tau kalau saat itu aku masih menyimpan rasa sayang kepada cinta pertamaku. ku kira kau dapat mengerti dengan semuanya, Krys”

Krystal menangisi kebodohannya. Jongin benar, harusnya Krystal bisa mengerti dan tidak bisa menuntut lebih kepada Jongin.

” coba kau posisikan posisimu diposisi Jessica. menyimpan penyesalan kepada cinta pertamanya selama bertahun-tahun.”

” Mianhe kai… aku menyesal telah membuat Jessica eonni pergi meninggalkanmu. aku sungguh meminta maaf.”

Jongin pun tak tega melihat keadaan sahabatnya saat ini. Jongin mengelus lembut kedua pundak Krystal, ” ya sudah, mau diapakan lagi? semuanya sudah terlambat. mungkin saat ini, Jessica sudah mengejar impiannya di Inggris.”

Krystal mengusap air matanya dan berbalik menatap Jongin, ” Aniya~ kau belum terlambat! cepatlah kejar dirinya. kesempatan terakhirmu tinggal beberapa jam lagi, Kai! ayo kejarlah ia dan buatlah ia agar tetap berada disampingmu!”

Jongin terperangah mendengar semuanya. Jongin tak menyangka kalau Krystal bisa berubah sedemikian cepat dan mendukungnya untuk mengejar Jessica.

” Yaak! mengapa kau tetap berdiri mematung saja disini? ayo ppali~!!!”

” Nee! arraseo!” Jongin melemparkan senyumnya yang bahagia dan segera bergegas meluncur keluar ruangan dan pergi menuju bandara mencegah Jessica agar tidak pergi.

***

tak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya, Jongin terus berlari dengan gusar mencari sosok yeoja yang saat ini sedang ia cari ditengah-tengah bandara incheon yang luas dan besar. banyak sekali yeoja-yeoja berambut panjang pirang mirip dengan fisik Jessica membuat kedua mata Jongin harus jeli melihatnya.

dan saat Jongin melihat papan jadwal penerbangan, tubuhnya mendadak melemas kembali dan jatuh tersungkur di bawah lantai putih incheon. pesawat menuju Inggris telah lepas landas beberapa menit yang lalu. Jongin tak mampu menutupi rasa kesal dan kecewa harus berpisah secara tiba-tiba dengan Jessica. Jongin menangis dengan begitu sendunya sambil terus-menerus meminta maaf kepada Jessica.

” Noona… mianhe… aku mencintaimu noona…”

” Jongin? sejak kapan kau disini?”

tiba-tiba terdengar suara yeoja yang tak asing ditelinga Jongin. Jongin segera bangkit dan berbalik mendapatkan sosok yeoja yang sudah minggu-minggu ia cari kini sedang berada dihadapannya menatapnya bingung.

” Kau… kau masih disini?”

Jessica mengangguk.

” Kau… tidak pergi?”

” Aku akan naik dengan pesawat berikutnya, aku saja baru tiba disini dan…”

Jongin memotong seluruh kata-kata Jessica dengan sebuah pelukan yang hangat dan erat. pelukan yang sudah sekian minggu tak dirasakan oleh keduanya. Jessica tak mampu melanjutkan kata-katanya yang menggantung karna pelukan Jongin yang mampu membiusnya kembali. sebuah sentuhan yang kembali Jessica rasakan mampu membuat hatinya berdesir.

” Jangan tinggalkan aku… ku mohon…” Jongin berbisik dengan lirih ditelinga gadisnya.

Jessica dapat mendengarkan kata-kata Jongin yang tulus.

” Aku mencintaimu, noona”

” Tapi kau…”

” No one else can change you in my heart”

Jessica tak mampu mencari kata-kata untuk menjawabnya. Dirinya sudah cukup melayang dengan kata-kata Jongin yang simple namun memiliki makna yang mendalam.

” Aku tak ingin kehilanganmu untuk kesekian kalinya atau pun harus menunggumu bertahun-tahun. meninggalkanmu disini selama bertahun-tahun saja sudah cukup membuatku menggila. apa kau mau mengulangi kejadian yang sama?”

Jessica menggeleng dengan mantap dan menenggelamkan wajahnya di pundak berbidang milik Jongin.

” Tetaplah disampingku, noona. karna aku mencintaimu.”

Jessica membalas pelukannya dan memeluknya dengan erat dan mengangguk mendengar permintaan Jongin yang tulus.

Jongin melepaskan pelukan lalu meraih wajah Jessica dengan kedua telapak tangannya dan kini ia bisa melihat air mata bahagia yang sudah jatuh membasahi rona merah muda pipi Jessica.

” Aku merindukanmu, noona”

” Nado… bogoshipo”

Jongin tersenyum dapat mendengar dan melihat Yeojanya saat ini. tak dapat menahannya, Jongin melesatkan bibirnya dan mengecup lembut bibir Jessica dengan lembut. mencurahkan rasa rindu kepada yeojanya. Jessica tak kalah merindunya lalu membalas kecupan dengan lembut dan berperasaan. tak peduli dengan orang-orang disekitar mereka, saat ini mereka hanya merasa incheon hanya diisi oleh mereka berdua. dua sejoli yang sedang jatuh cinta.

TAMAT

gimana FF yadong (?) kedua buatan minyon? maap kalau teralu lama. butuh mood yang mujur buat lanjutin ff-nya beb. untung aja dengan terus belajar yadong (?) ff yadongnya bisa terselesaikan tepat waktu *sujud syukur* jangan lupa tinggalin komen buat nambah-nambah ilmu dan masukan yee beb AHAYDE n_n