main cast : Yoon-Yul ( Yoona – Yuri )

Other cast :

Kris

Minho

Tiffany

author : Minyon ( @Yunyunayoona )

Genre : Friendship – Romantic

Kategori : one shoot – NC 21 yadong

HAI! balik lagi sama Minyon si author FF pecinta yadong ( aib nih aib ) kali ini Minyon mau posting FF versi Yoon-yul couple. Ini dari request salah satu followers sekaligus readers setia smtownrusuh TSAAAAH!!! Tetep nggak bisa jauh dari bau-bau YADONG tapi FF satu ini bukan YURI alias cewek-cewek (?) kalau soal YADONG tetep Minyon pasangin sama yang straight alias cowok sama cewek. penasaran? langsung aja deh baca JANGAN LUPA tinggalin saran dan kritik biar bisa membangun FF Minyon lebih bagus lagi ya. kalau ada yang komen ‘FF-nya kurang HOT MIN!’ mending jangan baca FF nonton aja yadong yang 4 dimensi (oke saran nggak penting) AHAYDE n_n

GET READING AND ENJOYING!

Universitas Dong Guk, Seoul – 10.15 KST

Seorang yeoja cantik berkulit putih, tinggi semampai, rambut lurus berwarna cokelat sedang duduk disebuah taman kecil disekitar kampusnya sambil membaca novel fantasi favoritnya. Hembusan angin yang sejuk dan daun-daun kering yang berjatuhan tak membuat dirinya ingin beranjak dari tempat tersebut. Bahkan sudah hampir setengah jam, Yoongie, sapaan akrabnya duduk dan asyik membaca novel kesukaannya. Selembar demi selembar Yoongie membacanya dan memahami dengan tenang isi cerita dari novel tersebut.

” Yaak! Yoongie~sshi!”

Yoongie menghentikan kegiatan membaca ketika ia mendengar suara yeoja yang tak asing ditelingannya sedang memanggilnya dari kejauhan lalu menoleh ke si pemilik suara yang sedang berlari-lari kecil kearahnya.

” Wae?” Tanya Yoongie ketika mendapatkan Yuri sahabatnya sudah duduk didepannya.

” Yaak! kau pergi begitu saja tanpa memberitahuku. Aku mencarimu di perpustakaan namun kau tak ada. Aku mengirimkanmu pesan tapi kau tak membalasnya dan ternyata kau sedang berdiam diri sendiri disini.”

Yoongie segera mengecek handphone ketika Yuri mengatakan bahwa ia mengirimkan pesan kepadanya. ” Aya ya~ Saking teralu seriusnya aku membaca, aku bahkan tak sadar jika kau mengirimkanku pesan. Kekeke~”

” Yaak~ kau ini kebiasaan. Bagaimana jika suatu hari nanti ada kabar yang sangat penting tapi kau malah mengabaikannya. Jujur saja, aku membenci sifat burukmu satu itu.” Celoteh Yuri yang kesal dengan sifat sahabat tercintanya satu itu.

Yoona menempelkan kedua telapak tangannya seperti memohon dan memasang wajah aegyo andalannya kearah Yuri, ” Yuri~a mianheyo bpuing bpuing~ “

Yuri mendengus geli melihat aksi sahabatnya. Ia mendorong pelan wajah Yoona dengan telapak tangannya, ” Yaak~ jangan kau tunjukkan lagi wajah aegyo-mu itu. Cihh~” Yuri menyeringai geli. Yoona menjulurkan lidahnya karna berhasil melihat Yuri yang luluh kalau sudah melihat Aegyo andalannya.

” A~ha!” Tiba-tiba Yuri mengejutkan suasana sehingga membuat Yoona kembali menatap kepadanya.

” Waeyo?” Tanya Yoona penasaran.

” Kau tau ada anak baru jurusan progam teater yang baru saja masuk hari ini?”

Yoona sempat berpikir sejenak lalu menggeleng ketika tidak dapat menjawabnya.

” Yaak~ kau ini teralu banyak membaca sampai-sampai kabar ada anak baru saja kau tidak  tahu.” Kini gantian Yuri yang menggelengkan kepalannya.

” Memangnya kenapa? apa penting sekali sehingga aku harus mengetahuinya?”

” Penting!” Kata Yuri sambil mengancungkan telunjuk kanannya di depan Yoona membuat Yoona mendelik terkejut.

” Anak baru satu ini sangat berbeda dari yang lain. Bahkan… bahkan… bahkan…” Yuri mulai masuk ke dunia imajinasinya.

” Yaak~ berhenti bertingkah konyol seperti itu!” Protes Yoona.

Yuri mengeructkan bibirnya yang kecil, ” Kau ini, tidak bisa sedikit saja melihat sahabatmu senang?”

Yoona mengerutkan keningnya bingung, ” Mwo? senang katamu? kau senang melihat anak baru itu?” Tanya Yoona seperti mengintrogasi.

Yuri mengganguk semangat lalu membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman bercerita kepada Yoona.

” Kau tau, anak baru ini sangat berkharisma. Wajahnya yang dingin, Rambutnya yang hitam pendek namun tertata rapi, Tingginya yang semampai, Aaaaa aku dibuat mati karenannya!” Jelas Yuri sambil terus memandangi langit-langit seperti sedang berusaha mengingat-ingat sosok anak baru yang di idolakannya.

Yoona menatap heran kepada Yuri.

” Yaak! kenapa kau menatapku seperti itu?” Yuri sadar bahwa sejak tadi Yoona menatapnya tidak se-antusias mungkin.

” Sejak kapan kau bisa menceritakan fisik seseorang sampai sedetail itu?”

Yuri mendorong wajah Yoona kedua kalinya dengan telapak tangannya.

” Yaak! aku serius! kalau kau melihatnya pasti kau akan terkena syndrom aneh sepertiku ini.”

” HAHAHAHA” Yoona tertawa terbahak-bahak.

” Waeyo?!” Tanya Yuri kebingungan sekaligus kesal melihat respon Yoona yang diluar dugaannya.

” Aku berbeda denganmu. Aku tak mungkin terkena syndrom aneh sepertimu.” Jawab Yoona sambil bangkit dari tempat duduknya dan membereskan buku-bukunya diatas meja.

Yuri ikut beranjak bangun lalu menahan tangan Yoona. Seketika, Yoona segera berhenti membereskan buku-bukunya lalu menatap Yuri.

” Kau harus membantuku”

Yoona mengernyit bingung, ” Bantu? Bantu apa?”

***

” Yaak~! kau serius?!” Tanya Yoona yang sudah kesekian kalinya kepada Yuri.

Yuri hanya mengangguk seyakin mungkin dan terus mendorong-dorong Yoona untuk masuk ke ruang audiotorium teater yang terkenal luas di kampus mereka.

Yoona memaksa tubuhnya sendiri untuk berhenti melangkah lalu membalikkan tubuhnya untuk menatap Yuri dengan tatapan seperti ingin membunuh.

” Wae?” Tanya Yuri dengan wajah polosnya.

” Kau ini seperti ingin mengirimkanku ke dalam lubang buaya!”

” Kekeke~” Yuri hanya terkekeh geli mendengar gerutu Yoona bahkan tatapan Yoona yang sama sekali tidak menakutkan.

” Aku tidak mau! kau saja yang berkenalan dengannya dan meminta nomor ponselnya. Kau kan yang mengidolakannya, Bukan aku”

Kini gantian Yuri lah yang menempelkan kedua telapak tangannya dan memasang wajah aegyo se-imut mungkin walaupun predikat The Queen of Aegyo tetap dipegang oleh Yoona agar Yoona mau mengabulkan permintannya.

” Yoongie~a please… help me ~ bpuing bpuing”

Yoona menyeringai geli melihat sikap Yuri yang beda dari biasanya. Karna menurut Yoona, baru kali ini ia bisa melihat sahabat yang sudah dikenalnya sejak duduk dibangku sekolah menengah atas bersikap aegyo di depannya.

” Yaak~ ppali~ yoongie~a” Kata Yuri sambil menggerakkan kedua kelopak matanya yang indah keatas dan kebawah.

Yoona menghela nafasnya yang panjang lalu mengangguk perlahan-lahan.

” Nee~ arra…”

” Yaak!” Belum juga Yoona menyelesaikan kata-katanya, Yuri sudah kembali teriak histeris walaupun setelah itu segera ia tahan saat melihat seseorang yang sejak tadi sudah ia tunggu sedang berjalan ke arah mereka atau keluar dari gedung audiotorium.

Yoona mendelik terkejut, ” Waeyo?! kau selalu saja mengagetkanku!”

” Dia datang! dia anak baru itu pabo! dia sedang berjalan ke arah kita! cepat kau minta nomor ponselnya. Arra? ppali!” Perintah Yuri lalu dengan cepat ia  membalikkan tubuhnya untuk mencari tempat untuk bersembunyi.

” Yaak! Kwon Yuri! Seenaknya saja kau…”

” Excuse me.”

DEG!

Yoona tidak mampu menjawab sekaligus membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara tepat dibelakangnya. Suara itu sungguh berat namun mampu membuat hatinya berdetak tak biasanya.

” I’m sorry but you prevented me for walking ( Maaf, tapi anda menghalangi saya untuk berjalan) ”

Setelah mendengar itu, Yoona segera membalikkan tubuhnya dan

DEG!

Yoona kembali merasakan hatinya berdetak kian kencang dan seperti tak beraturan. Matanya kini menangkap sosok pria bertubuh tinggi, berpenampilan maskulin layaknya bukan seperti seorang mahasiswa ditambah wangi parfum mint yang menyegarkan indra penciumannya dan terakhir wajah si pemilik suara yang dihiasai hidungnya yang mancung, bibir merah dan alis tebal sangat serasai dengan matanya yang terkesan tajam. Yoona tak mampu melawan perintah otaknya sendiri untuk berhenti menatap pria didepannya yang sudah memakan waktu hampir 15 menit.

” Hello? are you okay?” Kini si pria berambut pendek berwarna hitam ini menggerakkan tangan kanannya di depan Yoona.

GRAB!

Yoona segera meraih tangan pria di depannya ini dan tak sungkan untuk segera mengajaknya berkenalan.

” A-annyeong haseyo. Nan Yoona imnida.” Tak lupa, Yoona membukkukan tubuhnya walau ia merasakan tubuhnya sedang bergetar dengan dahsyat.

” Ah~ nee annyeong haseyo. Kris imnida. Tapi maaf, bahasa Korea ku tak begitu lancar.”

Yoona menggeleng-geleng tak jelas, ” Gwenchana. Nee gwenchana”

Kris tersenyum melihat sikap Yoona yang terlihat grogi namun berusaha untuk menutupinya.

-Yoona POV-

” Gwenchana. Nee gwenchana”. Kataku yang terdengar sangat jelas terbata-terbata karna saking groginya aku melihat pria tampan didepanku saat ini. Ditambah lagi dengan senyumnya yang… Akkh! bodoh! aku tidak boleh sampai jatuh cinta kepadanya. Disini aku hanya menolong Yuri untuk meminta nomor ponselnya dan sudah jelas kalau Yuri-lah yang jatuh cinta kepada Kris.

” Kau mahasiswa jurusan progam teater juga, bukan?” Tanya Kris yang tak kuduga-duga kalau dia masih bisa mengajakku berbicara. Ku kira, ia akan meninggalkanku. Tapi aku baru sadar kalau sejak tadi tanganku masih dijabat dengan erat oleh telapak tangannya yang besar dan halus.

” Ah~ Nee. Kau juga bukan?”

Pabo! mengapa aku bisa bertanya seperti itu. Jelas-jelas ia baru saja keluar dari gedung audiotorium teater. Tamatlah harga diriku siang hari ini. Hei Kwon Yuri, awas saja nanti. Mati kau!

– END YOONA POV-

– AUTHOR POV-

Kris mengangguk lalu tak henti-hentinya menebar senyum kepada Yoona.

” Ah~ apa aku boleh meminta nomor ponselmu?” Tanya Yoona langsung pada tujuannya bertemu dengan Kris.

Yang diminta pun tak merasa keberatan. Dengan senang hati, Kris memberikan nomor ponselnya kepada Yoona.

” Gomawo” Yoona membungkuk setelah berhasil mengesave nomor ponsel Kris diponselnya.

” Wait…

Yoona mengangkat wajahnya, ” Wae?”

” Kau curang sekali, mengapa hanya kau yang menyimpan nomor ponselku? aku juga ingin meminta nomor ponselmu.”

DEG!

Ini diluar dugaan Yoona sama sekali. Yoona tak menyangka kalau Kris juga meminta nomor ponselnya.

” Ah~ ahahaha mianhe~ nee tentu saja boleh.”

Yoona pun tak dapat menolak permintaannya Kris. Karna walau bagaimanapun Kris sudah berbaik hati memberikan nomor ponselnya kepada orang asing yang baru dikenalnya. Yoona pun mempunyai alasan untuk semuanya.

Setelah selesai memberikan nomor ponsel masing-masing. Kris berpamitan untuk pergi terlebih dahulu. Sebelum pamit, Kris sempat memberitahu Yoona kalau nanti ia akan menghubunginya. Yoona hanya bisa mengangguk dan tak mampu mengatakan ‘tidak’ kepada Kris.

Setelah melihat Kris benar-benar sudah menjauh, Yuri berlari ke arah Yoona. Tak sabar untuk meminta nomor ponsel incarannya dan menyimpannya juga.

” Yaak!”

Yoona mendelik terkejut saat merasakan ada tepukkan dipundaknya ditambah teriakan dikupingnya secara bersamaan.

” Yaak! Kwon Yuri! sekali lagi jika kau mengejutkanku, akan ku buang kau ke jurang!”

” Mianheyo~ yaak ppali berikan nomor ponselnya itu kepadaku. Ia memberikanya kepadamu bukan?”

Yoona menggangguk lalu merogoh tasnya untuk mengambil ponsel yang baru saja tadi ia masukkan.

” Kyaaa~!!!”

Yoona menutup kedua kupingnya saat mendengar teriakkan histeris dari Yuri ketika berhasil menaruh nomor ponsel pujaan hatinya.

” Akhirnya aku bisa menaruh namanya di kontakku”

Yoona menoleh terkejut mendengar ucapan Yuri, ” Mwo? Kau sudah tau namanya?”

Yuri mengangguk dengan polos, ” Nee. Wae? jelas saja aku tau, berita soal kedatangannya saja aku lebih dulu tahu dibanding dirimu. Memangnya ada apa?”

Yoona menjitak pelan kepala Yuri saking gemasnya.

” Yaak! kalau begitu untuk apa kau menyuruhku untuk  berkenalan kepadanya?”

Yuri mengernyit bingung, ” Berkenalan? aku hanya menyuruhmu untuk meminta nomor ponselnya.”

Yoona terdiam.

” Yaak!” Gantian Yuri yang menjitak keras kepala Yoona, ” Seenaknya saja kau menjitak kepalaku!”

” Kekeke~ mian” Yoona terkekeh malu karna kesalahannya. Memang benar kata Yuri, yuri hanya menyuruhnya untuk meminta nomor ponsel Kris bukan menyuruhnya untuk berkenalan. Dari awal Yoona memang sudah terhipnotis oleh pancaran wajah tampan Kris. Sehingga tanpa dorongan dari siapa pun, Yoona lah yang mengajak Kris untuk berkenalan.

***

–  at Yoona’s House 20.00 KST –

Ujian Tengah Semester akan segera menyambut para mahasiswa di Universitas Dong Guk. Seperti mahasiswa yang lainnya, Yoona ikut sibuk untuk menyiapkan ujiannya. Ia dan Yuri menjadi dua mahasiswa teladan di kelasnya. Tak pernah sedikit pun mereka melupakan tugas yang diberikan oleh kampus. Seperti malam ini, Walaupun UTS masih dua minggu lagi namun Yoona sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan diujikannya nanti.

” Hmm sepertinya aku lupa menaruh buku catatanku.” Yoona teringat akan buku catatan miliknya. Ia segera mencari disekitar meja belajarnya. Namun matanya terhenti ketika melihat ponsel pink miliknya yang terletak tak jauh dari tangannya.

DEG!

Yoona terdiam. Ia menyadari kalau kini degupan jantungnya kembali berdetak tak beraturan. Tiba-tiba saja otaknya seperti memutarkan kembali kejadian dimana dirinya bertemu dengan sosok namja yang ditemuinya siang tadi. Yoona masih ingat dengan jelas inci setiap inci si pemilik wajah.

” Ddddrrrdddd… dddrrrdddd…”

Seketika Yoona segera tersadar dari lamunannya ketika mendengar getaran dari ponsel didepannya. Dengan cepat, Yoona meraihnya dan membuka gambar surat yang terpampang jelas dilayar ponselnya.

From : Kris

DEG!

Kedua kalinya Yoona merasakan hatinya berdegup semakin kencang dan mungkin suara degupan itu dapat ia dengar dengan jelas. Telunjuknya terasa tak mampu menggeser unlock screen diponselnya untuk membuka isi pesan. Satu sisi, ia tak sabar untuk membacanya karna sejak tadi ia juga menunggu kabar dari Kris. Namun satu sisinya lagi masih memikirkan keadaan Yuri, sahabatnya. Hati dan kepalanya terasa perang mati-matian didalam sana. Namun otaknya mampu mengalahkan niatnya untuk membuka isi pesan.

Yoona melempar ponselnya ke atas ranjang di belakangnya.

Kepalanya terasa berputar-putar. Ia sendiri tak mampu membohongi hatinya untuk tidak membuka isi pesan. Namun Yoona berpikir pasti saat ini juga Yuri sedang mengobrol dengan Kris. Yoona tidak ingin mengganggu kebahagian sahabatnya sendiri namun ia juga memikirkan kebahagian untuk dirinya sendiri.

Yoona menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tepat disamping handphonenya yang tergelatak. Bimbang. Ya, itu lah yang sedang Yoona rasakan sekarang. Perlahan Yoona mulai memejamkan kedua matanya. Ia berpikir mungkin dengan tidur lebih awal rasa bimbangnya akan luput dari hatinya.

– Besoknya di universitas Dong Guk –

” Haissh, sepertinya leherku ini macam ingin lepas saja. Kenapa bisa sesakit ini.” Yoona memijit-mijit pelan tengkuk belakang lehernya. Karna posisi tidurnya semalam yang kurang baik, kini Yoona merasakan lehernya sakit.

” Yaak! Yoongie!” Teriak Yuri disampingnya tiba-tiba.

Yoona yang seketika terkejut langsung menoleh bingung bercampur kaget.

” Omo omo omo! aku lupa! haissh pabo!” Yuri menepuk jidatnya yang tertutup oleh poni dan bukan menjawab ekspresi wajah bingung sahabatnya.

” Yaak Kwon Yuri ada apa dengan dirimu? membuatku kaget saja. huft”

” Aku lupa makan siang nanti Kris ingin bertemu denganku!”

DEG!

Mendengar nama itu, Yoona merasa jantungnya kembali berdetak dengan indah.

” Dan bodohnya aku masih bersantai disini. Astaga! Kris pasti sudah menungguku”

Yoona tidak meresponnya. Yoona masih terdiam, diam berkutat dengan hati dan perasaannya yang sama sekali tidak ia mengerti.

Yuri yang menyadari keanehan sikap sahabatnya pun mulai bertanya, ” Yaak! kau kenapa? apa kau sakit?”

Yoona menggeleng dengan cepat, ” Anio~ gwenchana hahaha kau ini seperti baru mengenalku saja hahaha” Jawab Yoona sambil tertawa tidak jelas karna apa. Menutupi kegugupannya.

” Tapi sikapmu saat ini aneh sekali. huh. Hmmm kalau begitu kau temani aku bertemu dengan Kris, nee”

” MWO?!” Teriak Yoona dan seketika membuat satu ruangan kelas bergema.

Yuri menepuk-nepuk lengan Yoona, ” Yaak! ada apa denganmu? tidak perlu kau berteriak seperti itu. Membuatku kaget saja”

” Kau serius mau mengajakku bertemu dengan Kris? ma-maksudku menemanimu bertemu dengannya?”

Yuri mengangguk santai. ” Kajja, Kris sudah menungguku sejak tadi mungkin” Kata Yuri sambil menarik tangan Yoona. Tak peduli seberapa gugupnya Yoona.

” Yaak! Yuri-a yaak Kwon Yuri!”

– Taman universitas Dong Guk –

” Aigo! benar dugaanku, Kris sudah menungguku” Bisik Yuri ketika sampai di tempat tujuan dan mendapati Kris sedang berdiri memunggungi mereka.

Yoona merasa tak sanggup untuk melangkah lebih dekat lagi. Bahkan ia seperti sulit menelan salivanya sendiri karna teralu gugup bertemu dengan Kris. Ia takut kalau tiba-tiba Kris akan menanyakan tentang pesannya kemarin yang sampai pagi tidak dibalas oleh Yoona.

” A-annyeong haseyo” Sapa Yuri ketika tepat dibelakang Kris.

– Yoona POV –

” A-annyeong haseyo” Aku mendengar Yuri sudah menyapanya itu tandanya kami dan lebih tepatnya aku sudah berada di belakangnya. Dengan hitungan beberapa detik orang yang sedang berdiri didepanku kini pasti segera menoleh ke sumber suara. Aku belum siap kalau harus bertatapan kembali dengannya.

” Annyeong haseyo”

DEG!

suara itu. Suara berat namun namun mampu menguncang hatiku kini dapat ku dengar kembali. Ya Tuhan, rasanya aku tidak sanggup untuk memutarkan badan dan kepalaku untuk berhadapan dengannya. Aku masih menutupi tubuhku sendiri dan menghindar dari kontak langsung dengannya dari balik tubuh Yuri. Aku pun merasakan aliran telapak tanganku kini seperti sulit membuka jalan untuk darahku agar mengalir. Ya, lebih tepatnya karna Yuri mencengkram dengan kuat tanganku. Mungkin ia sama gugupnya sepertiku.

” Apa kau sudah lama menungguku?”

” Ani~ aku juga baru sampai disini”

Omo! rasanya aku ingin segera pergi dari sini secepatnya jika aku bisa. Kalau saja tanganku ini tidak di penjara oleh tangan Yuri, mungkin aku sudah berlari dan melupakan kejadian siang ini yang mampu membuatku hampir setengah gila.

” Itu, siapa?” Tanya Kris sambil melirik ke arah belakang Yuri

BUK!!!

Rasanya hatiku ini seperti habis di hantam oleh jutaan batu-batu. Haish! mungkin aku teralu berlebihan tapi ini lah yang kurasakan. Semoga saja Yuri tidak berbaik hati mengenalkan diriku kepada Kris.

” Aaa~ aku hampir lupa. Ini Yoona, sahabatku. Mungkin kau sudah bertemu dengannya” Jawab Yuri sambil menarik-narik tanganku seperti memberi kode kepadaku agar aku segera menampakkan wajahku didepan Kris. Ya jelas saja sudah bertemu, kemarin itu aku yang meminta nomor ponselnya bodoh!

” Nah, Yoongie ini dia Kris yang ku maksud” Ujar Yuri dengan aktingnya yang pura-pura memberi tahuku tentang pria yang kini sedang berdiri di depan kami dengan postur tubuhnya yang tinggi. Dasar kau Kwon Yuri, pintar sekali membuat akting.

” A-annyeong haseyo” Akhirnya aku pun memberanikan diri untuk keluar dari persembunyian dan menyapa Kris walau tanpa sedikit pun mengangkat wajahku.

– END Yoona POV-

– Author POV –

” Annyeong haseyo” Balas Kris sambil ikut membungkukkan tubuhnya, ” Baiklah aku harus pergi. Setelah ini aku akan ada kelas.” Kata Kris sekaligus ingin berpamitan kepada Yuri dan Yoona.

” Ah nee~ Gomawo Kris-ssi kau sudah menyempatkan diri untuk bertemu denganku.”

Kris tersenyum, ” Sama-sama. Kalau begitu aku pamit. Annyeong”

” Annyeong” Balas Yuri kemudian disusul oleh Yoona.

” AIGO AIGO AIGO!” Yuri berteriak dengan histerisnya sambil menghentakkan kedua kakinya secara bergantian di tanah setelah Kris sudah jauh meninggalkan mereka.

Yoona tidak meresponnya. Ia segera berjalan meninggalkan Yuri yang masih berbicara tentang isi hatinya saat ini lalu kemudian tersadar ketika Yoona sudah berjalan meninggalkannya.

” Yaak! Im Yoona tunggu aku!”

– Di depan perpustakaan universitas Dong Guk –

” Haissh~ gara-gara menemaninya tadi aku jadi lupa akan tugasku. Untung saja Mrs. Lee masih menyimpan buku pesananku” Kata Yoona sambil berjalan menyusun tumpukkan buku ditangannya saat keluar dari perpustakaan.

Langkahnya terhenti ketika ia menyadari ada sebuah kaki didepannya dan jika diliat dari celana dan sepasang sepatunya, Yoona merasa tidak asing. Perlahan Yoona mulai mengangkat wajahnya dan mendepati Kris sedang berdiri sambil tersenyum didepannya.

” K-kau…” Yoona seperti tidak sanggup untuk meneruskan kata-katanya.

Tanpa diberi perintah, Kris segera merebut beberapa tumpukkan buku dari tangan Yoona dan menenteng tumpukkan buku tersebut.

” Yaak yaak yaak~ mau kau apakan…”

” Kajja~” Ajak Kris sambil memiringkan kepala sedikit seperti memberi kode kepada Yoona untuk mulai berjalan.

Entah siapa yang mendorongya, kini Yoona merasa kakinya seperti sulit untuk ia perintah dan mulai melangkah mengikuti Kris.

” Mengapa pesanku semalam tidak kau balas?” Tanya Kris tanpa berbasa-basi sambil terus berjalan menulusuri lorong kampus.

Yoona tidak menjawab. Otaknya masih berkutat mencari alasan yang masuk akal untuk menjawabnya.

” Yoongie…”

Yoona mengangkat wajahnya ketika Kris tiba-tiba saja memanggil nama yang selalu dipanggil oleh Yuri, sahabatnya. Yoona terkejut beserta terharu. Terharu karna senang Kris memanggil nama panggilan kesukaannya.

” Mianhe~” Jawab Yoona tanpa semangat.

” Apa aku menganggumu?”

” Ani~”

” Apa kau tidak menyukaiku?”

” Ani~” Dengan cepat menghentikkan langkahnya, ” Bu-bukan begitu maksudku,”

Kris tersenyum melihat sikapnya lalu memberikan tumpukkan buku tersebut kepada Yoona. Yoona segera meraihnya walau sebenarnya ia masih bingung dengan sikap Kris saat ini.

Kris merogoh sesuatu dari saku kemeja body fit warna putih miliknya. Setelah menemukan barang yang dicari, Kris segera memakainnya kembali ditempat semula, yaitu di rambut Yoona. Ya, jepitan berbentuk pita berwarna merah maroon milik Yoona yang tadi sempat terjatuh saat ia membukkukan tubuhnya di taman.

Yoona terkejut bukan main dan meraba-raba barang yang dipasangkan oleh Kris di rambutnya.

” Ku harap kau bisa belajar untuk menyukaiku” Untuk kesekian kalinya Kris tersenyum sebelum akhirnya ia berjalan dan meninggalkan Yoona.

Tanpa disadari, seutas senyum terukir di bibis tipis milik Yoona. Rasanya ia tau apa yang ia rasakan saat ini. Ya, Yoona harus akui kalau kini dirinya sudah jatuh cinta pada Kris. Kris memang sudah membuatnya jatuh cinta pada hari dimana Yoona membantu Yuri untuk meminta nomor ponsel dan kini perasaan itu kembali muncul.

***

Di lain tepat, Yuri sedang bersiap-siap untuk pulang setelah tadi ia mengikuti extrakulikuler dance di kampusnya.

KREEK

Yuri terkejut saat apa yang dilihatnya ketika pintu lokernya telah ia buka. Sebuah surat tergantung tepat didepannya. Surat beramplopkan merah mudah dengan inisial K.Y , yaitu inisial nama Yuri telah Yuri ambil dan segera dibukanya karna penasaran dengan isi didalamnya.

When eagles forget how to fly
And it’s twenty below in July
And when violets turn red
And roses turn blue
I’ll be still in love with you

secret admirer

Ternyata sebuah pusi. Rasa penasaran Yuri semakin menjadi-jadi ketika si pengirim tidak memberikan nama hanya menuliskan secret admirer di bawah pojok kanan. Tapi tiba-tiba Yuri merasa ia tahu siapa pengirim puisi romantis ini kepadanya. Kris. Pria berkebangsaan Canada-cina yang sedang ia kagumi.

***

Semenjak kejadian dimana Kris berkata kepada Yoona untuk belajar menyukainya, kini Yoona sudah semakin dekat dengan Kris walau tanpa sepengetahuan Yuri. Yoona jadi berani mengirimkan pesan kepada Kris. Hari-hari Yoona menjadi semakin bewarna dan membuat Yoona menjadi semangat untuk pergi ke kampus. Walaupun Yoona sadar kalau dibalik itu semua dirinya sudah mengkhianati Yuri dan menusuknya dari belakang. Bahkan Yoona tidak bisa menghilangkan perasaannya kepada Kris. Yoona sadar kalau ia bukan sahabat yang baik dan pantas untuk Yuri. Jika di kemudian hari Yuri tau dengan hubungan Yoona dan Kris selama ini, Yoona siap jika harus ditinggalkan oleh Yuri selamanya. Karna Yoona sendiri tidak mampu mengorbankan kebahagiannya sendiri. Rasa menyesal dan kecewa mungkin akan ia rasakan tapi untuk saat ini hanya rasa bahagia lah yang sedang menyelimuti hatinya.

– Siang hari di Universitas Dong Guk –

” Dddddrrddd… dddrrrdddd…” 

Yoona menoleh ketika mendengar handphone disampingnya kini sedang bergetar menandakan ada pesan masuk di ponselnya. Dengan cepat, Yoona meraih barang yang dimaksud dan me-unlock screen untuk segera melihat isi pesan tersebut.

from : Kris

Good Afternoon, dear sunshine i’m still in love with you ~ 나는 당신을 사랑합니다 <3 

Yoona tidak menahan gejolak hatinya saat ini. Wajahnya telah berubah menjadi memerah setelah mendapat pesan dari Kris. Bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum dan hanya bisa memandangi kata-kata indah dari Kris.

” Yoongie~a”

Yoona segera menyembunyikan ponselnya secepat mungkin ketika Yuri tiba-tiba saja duduk disampingnya dan memanggil namanya.

” Kau tau, hari ini aku mendapatkan sebuah hadiah lagi dari penggemar rahasiaku. Omo lebih tepatnya mungkin dari Kris.”

” Memang kau yakin pengirim rahasia itu Kris? kau sudah mendapatkan bukti yang lebih akurat?” Tanya Yoona sedikit mengintrogasi.

Yuri menggeleng, ” Aniya~ tapi entah mengapa aku semakin yakin kalau kris lah si penggemar rahasiaku itu. Buktinya saja, sekarang aku mendapatkan setangkai mawar putih. Kau tau bukan kalau aku sangat menyukai mawar putih? dan seingatku, aku pernah bercerita kepada Kris tentang kesukaanku termasuk mawar putih kesukaanku.”

DEG!

Yoona bingung harus berkata apa. Otaknya seperti sedang tidak bekerja untuk mencari kata-kata. Hatinya mendadak panas dan kepalanyanya pun sedikit pening.

” Ah~ ku lihat tadi kau sedang tersenyum-senyum sendiri menatap layar ponselmu. Ada apa denganmu?” Tanya Yuri tiba-tiba membuat hati Yoona yang sempat tadi memanas tiba-tiba berubah drastis menjadi sebuah degupan yang kencang.

” Eo~ hahaha~ aniya tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang melihat wajahku sendiri di layar ponsel hahaha” Jawab Yoona sambil tertawa tidak ada sebab menutupi kegugupannya

” Haissh~ dasar kau ini. Ini sudah jam makan siang, aku lapar sekali, Kajja hari ini kau ku traktir kimbab”

” Jinjayo? aigoo neomu neomu gomawo yuri~a” Yoona kembali memamerkan aegyo-nya.

“Haissh” Yuri mendorong wajah Yoona dengan telapak tangannya lalu bangkit dari kursinya yang kemudian disusul oleh Yoona.

***

Esok harinya dikampus Dong Guk. Cuaca hari ini sedang tidak bersahabat karna sejak pagi hingga menjelang sore hari, cuaca sangat mendung dan hujan rintik-rintik mulai berjatuhan.

” Yoongie~a apa kau sedang sibuk?” Tanya yuri ketika masuk di dalam kelas dan segera berjalan seperti terburu-buru ke arah Yoona.

” Waeyo?” Tanya Yoona balik tanpa menoleh ke arah Yuri sedikit pun karna ia masih sibuk membereskan buku-bukunya di atas meja.

” Kau tau, si penggemar rahasia itu ingin menunjukan identitas aslinya kepadaku hari ini! dan sepertinya ia akan menyatakan perasaannya kepadaku!”

Yoona mengangkat wajahnya dan langsung menoleh kepada Yuri.

” Hari ini ia mengirimkanku sebuah puisi lagi lalu ia memintaku untuk menunggunya sore ini setelah selesai kelas di taman. Omo Yoongie~ hatiku sudah berdetak tak karuan! omo omo omo”

Yoona hanya diam tanpa bergeming sedikit pun. Di dalam otaknya ia sedang berpikir dan menebak-nebak sendiri siapa penggemar rahasia yang akhir-akhir ini rajin sekali mengirimkan hadiah beserta puisi-puisi cinta untuk Yuri.

Apakah pria yang dimaksud itu Kris? tapi jika itu dia, mana mungkin ia akan mengajakku untuk pergi ke suatu tempat jika ia ingin mengajak Yuri untuk bertemu dan menyatakan perasaannya? Batin Yoona.

” Yoongie apa kau mau menemaniku?” Tanya Yuri polos.

” Yaak!” Yoona mendorong kepala Yuri dengan kasar, ” Kau ini pabo atau gila? disaat seperti ini bisa-bisanya kau memintaku untuk menemanimu? haissh pabo”

” Yaak~ tapi aku malu, aku bingung harus bersikap seperti apa dan mengatakan apa”

Yoona mendorong kepala Yuri untuk kedua kalinya, ” Kalau kau tidak pernah mau mencoba sendiri, kau tidak akan berani. Belajarlah untuk hadapi setiap masalahmu sendiri. Arra~?!”

Yuri mengerucutkan bibirnya, ” Memang kau mau kemana? sepertinya kau tergesa-gesa sekali”

” A-aku, aku ada urusan. Aku ingin mencari beberapa buku untuk ujian tengah semester kita nanti. Sudah ya aku pamit, nanti kau ceritakan saja kepadaku, arra~?”

Yuri mengangguk tanpa semangat.

” Annyeong Yuri~a” Yoona bangkir dari tempatnya dan mencium pipi Yuri sebelum meninggalkan sahabatnya.

Yuri menghela nafasnya, ” Benar kata Yoongie, aku harus bisa hadapinya sendiri! hwaiting~!” Ujar Yuri menyemangati dirinya sendiri.

***

Rintikkan hujan tak membuat semangat Yuri untuk terus menunggu menghilang. Sudah sekitar setengah jam Yuri berdiri ditemani sebuah payung di taman tempat yang di pilih oleh si penggemar rahasia kepada Yuri.

” Yuri~ssi saranghae, would you be mine? hmmm yes, i would Kris” Yuri sedang berlagak seolah-olah jika nanti Kris akan menyatakan perasaan kepadanya. Yuri tersipu malu seolah-olah Kris sudah menyatakan perasaan kepadanya.

” Annyeong haseyo, Yuri-ssi”

DEG!

Yuri terkejut saat mendengar suara berat yang kini tepat berada dibelakangnya. Tangannya mencengkram kuat gagang payung yang sedang dipegangnya. Ia merasakan ada sejuta kupu-kupu seperti sedang bertebangan didalam hatinya.

” Tenang Yuri tenang kau pasti bisa, ya, kau pasti bisa” Yuri mencoba menenangkan dirinya sendiri sebelum memutar balikkan tubuhnya dan bertemu dengan identitas asli si penggemar rahasia.

DEG!

” M-minho-sshi?” Tanya Yuri bingung bercampur kecewa.

Minho tersenyum ringan mendengar Yuri menyebut namanya untuk pertama kalinya.

” Ternyata kau masih ingat kepadaku.” Minho mulai mendekatkan langkahnya ke arah Yuri.

” J-jadi yang selama ini mengirimkanku puisi, mawar dan…”

” Nee, itu aku.”

Yuri tidak mampu berkata lebih banyak lagi. Otaknya masih sulit untuk berkerja mencari kata-kata. Yang jelas, saat ini ia hanya merasa kecewa dan sedih teramat dalam.

” Yuri-sshi, sejak awal aku bertemu denganmu, aku sudah merasa tertarik kepadamu. Aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi. Untuk itu aku berusaha sendiri untuk mencari tahu apa kesukaanmu dan apa ketidaksukaanmu. Aku berusaha agar menjadi namja yang kau inginkan. Aku berbuat seperti ini karna… saranghae Yuri-ssi”

Yuri terdiam. Matanya hanya bisa menatap balik tatapan Minho yang sedang tulus menyatakannya.

” Yuri~ssi saranghae, would you be mine?” 

DEG!

***

KLIIIIIK

Terdengar suara pintu apartemen saat dibuka oleh sang pemilik. Ya, kini Kris membawa Yoona yang keduanya sudah basah kuyup karna terlanjur kehujanan dijalan.

” Kau keringkan dulu saja tubuhmu di apartemenku.”

Yoona tidak menjawab. Mungkin karna ia masih merasa asing dilingkungan yang baru ditambah tubuhnya yang sudah menggigil karna kedinginan dan bajunya pun yang masih basah dan lepek.

Kris memandangi tubuh yeoja didepannya saat ini. Merasa tak tega, Kris lalu beranjak mencari handuk untuk Yoona agar segera mengeringkan tubuhnya. Tak lupa membawakannya kemeja milik Yoona agar Yoona tidak masuk angin.

” Pakai ini semua dan cepat ganti bajumu. Aku juga ingin mengganti pakaianku.” Kata Kris sambil memberikan handuk beserta kemeja putih polos miliknya untuk Yoona.

Yoona pun meraihnya dan langsung saja bergegas ke kamar tamu yang telah Kris tunjukkan sebelumnya.

Beberapa menit telah berlalu kini Yoona sudah selesai mengeringkan tubuhnya dan berhasil memakai kemeja putih yang terlihat ‘kebesaran’ jika ia yang pakai.

Yoona melangkah ke arah ruang tengah. Di sana tidak ada siapa-siapa. Hening dan sunyi di apartemen yang luas ini.

” Sepertinya Kris belum selesai.” Kata Yoona lalu merebahkan tubuhnya di sofa empuk di ruang tengah apartemen milik Kris.

Selintas Yoona memikirkan nasib Yuri yang hari ini sedang berbunga-bunga karna sang penggemar rahasia akan menunjukkan identitas aslinya.

” Aigo~ aku sampai lupa untuk menanyakan kabar Yuri. Aku ingin dengar ceritanya, seperti apa wujud asli penggemar rahasianya itu.” Kata Yoona lalu sibuk mencari keberadaan ponselnya di sekitarnya.

” Kau sedang mencari apa?”

Yoona terkejut ketika tiba-tiba saja terdengar ada suara sehingga menjatuhkan tubuhnya di sofa kembali. Lalu ditatapnya Kris sedang berdiri mengamatinya yang sejak tadi asyik mencari ponsel miliknya.

” A-aku mencari ponselku” Jawab Yoona sambil menundukkan kepalanya canggung.

Kris berjalan ke arahnya lalu menaruh secangkir teh hangat di atas meja. Kemudian duduk di sofa tepat disamping Yoona.

” Mungkin ponselmu berada di kamar tamu saat kau mengganti pakaianmu tadi.”

” Ah~ nee, mungkin saja.” Tanggap Yoona masih dalam keadaan canggung.

” Mianhe aku telah merepotkanmu hari ini. Jika saja aku tidak mengajakmu ke danau hari ini mungkin kau tidak akan basah kuyup seperti tadi.” Ujar Kris.

Yoona menggeleng dengan cepat, ” Ah aniya~ g-gwenchana, aku tidak apa-apa bahkan aku ingin berterima kasih kepadamu karna kau telah mengajakku untuk pergi hari ini. Jeongmal kamsahamnida” Yoona membungkukan tubuh dan kepalanya ke arah Kris.

Kris yang melihat sikapnya hanya bisa tersenyum dan tanpa sengaja dan tanpa bisikan dari siapa pun, kedua mata Kris tertuju pada kedua tangan Yoona yang sedang mengepal sekuat-kuatnya di atas paha mulus putihnya yang sejak tadi tidak di tutupi oleh sehelai kain. Kris segera mengalihkan padangannya ketika Yoona mengangkat wajahnya dan langsung menatap ke arah Kris.

” Kau minum dulu teh hangat mu agar tubuhmu lebih menghangat.”

” Ah nee~” Yoona segera bangkit dari duduknya dan ingin meraih secangkir gelas di atas meja tepat didepannya.

Kris kembali menatap pemandangan yang menurutnya sulit jika harus dilewatkan. Matanya kini menangkap pangkal paha Yoona yang putih dengan posisi setengah membungkuk tepat didepan Kris. Yoona pun tak sadar jika sejak tadi Kris melihat ‘kepunyaannya’ .

Naluri tetaplah naluri dan tanpa membuang banyak waktu, Kris segera menarik pinggang ramping Yoona dengan kedua tangganya. Yoona pun segera ‘terduduk’ dipangkuan Kris.

” K-kau…” Sontak Yoona pun terkejut dengan sikap Kris yang berbeda dari biasanya. Namun ia pun tak bisa sepenuhnya menolak ketika Kris sudah menenggelamkan wajahnya di punggungnya dan masih memeluk tubuh Yoona dengan eratnya.

” Kris~ah aku-aku tidak bisa bernafas jika kau memelukku seperti ini”

Kris mulai melonggarkan pelukkannya dan membantu memutarkan tubuh Yoona untuk menghadap kepadanya.

” A-ada apa denganmu?” Tanya Yoona ragu-ragu.

” Just quiet and let me to do it all” Tanpa membuang banyak kata, Kris segera melesatkan bibirnya kepada bibir tipis milik Yoona.

Yoona merasakan kecupan yang luar biasa panasnya ketika ia merasakan kedua tangan Kris sedari tadi sedang meraba-raba halus pinggang serta perut datarnya. Sudah puas mengecup bibir gadisnya, Kini Kris ingin mencoba masuk kedalam rongga mulut dan ingin bertemu dengan benda lunak didalamnya untuk segera bersilat lidah dengan Kris. Kris menggigit pelan bibir bawah milik Yoona agar Yoona segera membuka kan jalan masuk lidahnya. Yoona pun mengerti dengan kode yang dimaksud dan membuka kan pintu masuk untuk lidah namjanya. Di dalam sana, lidah Kris sibuk membalas gerakan-gerakan menggoda dari lidah Yoona. Kedua tangan Kris pun tak tinggal diam. Perlahan demi perlahan mulai membuka kan kancing kemeja Yoona satu persatu mulai dari atas hingga hampir seluruhnya terlepas. Puas bermain dengan bibirnya, kini Kris ingin menjamah leher jenjang gadisnya juga. Dikecupnya leher Yoona dan digigitnya pelan seperti ingin memberikan sebuah tanda kiss mark.

” Sshhhh~ hhnngg~” Yoona berhasil meloloskan desahannya.

mendengar desahan gadisnya tak membuat semangat Kris menurun. Semakin liar Kris membuat kiss mark dileher Yoona. Diremasnya pula punggung belakang Yoona dengan menggoda membuat sensasi yang nikmat kepada Yoona.

” Aahhh~ sssshhh~”

” Apa kau ingin menikmati yang lebih dari ini?” Tanya Kris dengan tatapan menggoda. Yoona tidak bisa menjawab. Hanya terdengar suaranya saja yang masih terengah-engah.

Tanpa menunggu jawaban dari Yoona, Kris segera menggendong Yoona ala bride style menuju kamarnya tanpa melepaskan ciuman mereka sedikit pun.

***

” Hmmmmphh” Desahan Yoona tertahan saat Kris menghempaskan tubuhnya di atas sebuah kasur berukuran king size tanpa melepaskan ciuman mereka sampai saat ini. Kris meniduri Yoona dibawahnya dengan ditahan oleh kedua sikutnya agar tidak menindih Yoona seutuhnya.

Sambil terus memanjakan bibir gadisnya, kini kedua tangan Kris telah berhasil membuka kemeja Yoona dan membuangnya ke sembarang arah. Tangannya langsung bekerja untuk mencari pengait bra milik Yoona. Tubuh Yoona menggeliat saat merasakan sensasi yang nikmat dan menggoda ketika tangan Kris mulai meraba halus punggungnya dan berhasil membuka pengait branya.

” How a beautiful they are.” Kata Kris dengan tak henti-hentinya menatap dua gundukan indah dan bulat milik Yoona.

Yoona pun tak sadar sejak kapan tubuhnya sudah full naked hanya bersisakan underwear-nya saja. Wajah Yoona memerah saat Kris terus menatap kedua gundukannya dengan tatapan seperti ingin ‘melahap’ kedua gundukannya.

” W-waeyo? mengapa kau menatapku seperti itu?”

” Just give it to me all you got.” 

Tanpa membuang banyak waktu, Kris segera melesatkan bibirnya di pucuk puting Yoona dan mengecupnya dengan nafsu.

” Ssshhh~ ahhhh~” Seluruh tubuh Yoona mulai merasa panas tak terkecuali daerah kewanitaannya. Seluruh tubuhnya terasa menegang saat dirinya merasakan lidah Kris yang terus bergoyang dengan indah diatas putingnya dan kini menggigit-menggigit dengan gemasnya.

” Say my name.” Pinta Kris saat melihat wajah gadisnya sudah setengah mati menahan kenikmatan yang ia berikan.

Yoona tidak dapat mendengar apa yang diucapkan Kris. Raganya masih terbang entah kemana karna service yang diberikan Kris yang sudah keluar dari batas kenikmatannya.

” You are naughty, chagi.” Kata Kris lalu lanjut meremas dengan lembut payudara Yoona disebelahnya yang sejak tadi belum ia manjakan. Tangannya sangat lincah memelintir puting Yoona hingga Yoona tak kuasa menahan kenikmatannya.

” Ssshhh~ c-cukupphhh~ aahhhhh”

Puas ‘menyantap’ gundukan kesukaannya, kini Kris mencoba menjelajahi salah satu tubuh gadisnya dibawah sana dengan jari-jarinya. Terlebih dahulu Kris mengelus kedua pangkal paha Yoona meminta ijin agar Yoona  membuka dikit untuk jarinya.

” Aagghhhh~ k-kau mau aappaaa~”

” Kau sudah basah sekali, sayang jika harus dihentikan chagi.” Tanpa menunggu respon dari Yoona, Kris segera melepaskan underwear pink milik Yoona yang sudah basah karna orgasmenya.

” I say once again, just say my name.” Kemudian Kris pun melumat kembali bibir Yoona. Jari-jarinya kini mulai meraba daerah kewanitaan Yoona dan mencari celah untuk memasukkan jarinya kedalam sana.

” Hhmmppphhh” Lagi-lagi desahan Yoona tertahan walaupun dirinya sudah tak tahan menahan kenikmatan dibawah sana.

Setelah berhasil, dengan cepat Kris menggerak-gerakkan satu telunjuknya dibawah sana dan memaju mundurkan.

” Aakkkhh~ Krisshhh aahh~ uuughhh~” Akhirnya Yoona meloloskan racuannya yang mulai terdengar menggoda di telinga Kris. Kris melumat kembali puting gundukan Yoona dan menjilatinya sampai tubuh Yoona menggenjilang tak karuan merasakan kenikmatan yang berkali-kali lipat.

” K-krishhh~ a-akuuh kel…sshhh keluarr ahhhh~” Yoona merasakan seperti ada cairan yang keluar dari kewanitaannya. Dan ternyata dirinya sudah berogasme kedua kalinya. Cairan tersebut langsung membasahi sprei sekaligus jari-jari Kris yang berhasil mengenai titik kenikmatan gadisnya.

Seperti tak ingin memberikan jeda untuk Yoona karna nafasnya masih tesengal-sengal, Kris mulai menurunkan kepalanya untuk menyapu bersih cairan milik gadisnya dibawah sana. Kris terus menjilati seluruh cairan milik gadisnya dengan lidahnya yang lincah bergerak keatas dan kebawah.

” Uughhhh~ Kkrisshh aahhh hhentikaannhh oohhhh~” Yoona kembali meracau tidak jelas dan tangannya meremas kuat rambut Kris agar lebih dalam lagi melakukan ‘aksinya’.

Puas menikmati seluruh tubuh Yoona, Kris pun bangkit dari bawah sana dan mulai melucuti pakaiannya sendiri satu persatu dengan posisi bertumpu pada kedua lututnya tepat didepan Yoona. Yoona sendiri masih merasakan tubuhnya yang lemas setelah diberikan service yang nikmat oleh Kris.

” Sekarang giliran aku kau manjakan, chagi.” Kata Kris sambil maju beberapa langkah ke arah Yoona dengan kedua lututnya.

Yoona sendiri tercengang saat melihat benda yang sangat asing didepannya. Baru pertama kali ia melihat “Little Kris” yang sedang dipegang oleh sang pemilik. Kris membantu Yoona untuk bangun dan duduk tepat didepan juniornya yang sudah meminta agar dimanjakan olehnya.

” Ini…” Yoona masih tercengang melihat benda berukuran panjang yang tidak sesuai dengan nama “littlenya” yang kini sedang menunggu service olehnya.

” Just show me what you can do it, come on chagi.”

Seperti naluri, tak butuh waktu lama Yoona segera meraih junior besar milik Kris didepannya dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menikmatinya.

” Oohhhh~ yesss bbabyy~” Kris mulai mendesah merasakan nikmat yang diberikan oleh Yoona. Juniornya sudah menegang dan membesar. Membuat naluri Yoona untuk ‘mencicipinya’ lebih dalam lagi. Tangan satunya ia lakukan untuk meremas kedua twins ball milik Kris dan satunya tetap mengurut junior Kris. Mulutnya tak henti mengulum junior yang sudah mulai membesar dengan gerakan ke atas dan kebawah.

” Ffassterr~ chagiiii aahhhhh~” Kris semakin menekan kepala Yoona agar lebih dalam memanjakannya.

Yoona semakin semangat saat mendengar racuan Kris. Saat merasakan ‘kepunyaannya’ mulai berkedut dan akan mengeluarkan orgasme, Kris segera menarik paksa juniornya dari mulut Yoona.

” Kau curang”

” Aku akan mengeluarkan didalam sana, chagi.” Ujar Kris lalu segera melesatkan bibirnya untuk mengecup Yoona dan membaringkan gadisnya kembali dibawah. Sambil terus menempelkan tautan mereka, Kris mulai membuka kedua paha Yoona dan melebarkannya untuk segera memasukkan juniornya kedalam sana.

” Hmmpphhhhh” Yoona terlonjak kaget saat merasakan ada yang memasuki dengan paksa lubang kewanitaannya.

Setelah mulai terbiasa, Kris mulai memasukkan lebih dalam lagi juniornya sehingga membuat Yoona memekik kesakitan.

” Aaakhhh~ sakit~ aakhh hiks” Yoona meringis kesakitan hingga mengeluarkan air mata diujung pelipis matanya.

” Hold on chagi, ini akan sakit diawal tapi nanti kau akan menikmatinya”

” T-tapi aku…”

ucapan Yoona terpotong ketika Kris mulai menggerakkan tubuhnya dan memaksa masuk dan keluar juniornya didalam sana.

” AAKHHHH~ Krissshh ini~! aahhhh~ ugghhhh~” Perlahan-lahan rasa sakit itu mulai menghilang dan digantikan oleh rasa nikmat yang luar biasa dibanding sebelumnya.

” Oohhh~ ssshh” Kris semakin tergoda mendengar suara desahan Yoona yang semakin kuat sehingga membuat dirinya terus menggenjotkan tubuhnya.

Melihat tubuh Yoona yang bergerak-gerak beserta kedua gundukkannya, Kris kembali melumat puting kecokelatan itu dan membuat kiss mark didada Yoona. Tangan satunya dibiarkan untuk meremas dada satunya agar Yoona semakin bergairah dan mengeluarkan desahan-desahan yang lebih menggoda.

” Ohh myy Godd~ Iini nikmaattt.. ahhh~ ssshhh ~”

” Ohh~ your body is perfect chagi, ohhh~”

” Ffassterrr krissh~ aahhhh” Yoona meremas dengan kuat rambut hingga pundak Kris dengan tangannya yang sudah memerah.

” I-i’m com…comming chagi , ahhh~” Kris menyempatkan bibirnya untuk menghisap leher Yoona saat ia merasakan vagina Yoona yang sudah mulai berkedut dengan cepat seperti meremas juniornya dibawah sana.

” Aaaahhhhhh~” Kedua mengeluarkan orgasme bersama-sama dan Kris pun ambruk diatas tubuh Yoona. Nafas keduanya masih terdengar saling berbalapan dan sangat tersengal-sengal. Kris belum melepaskan juniornya dibawah sana. Masih ingin menikmati sisa-sisa kenikmatan dari kedutan vagina Yoona yang masih terasa.

Saat setengah energi dari tubuhnya sudah terkumpul, Kris mengangkat tubuhnya dan melihat Yoona yang sudah tertidur mungkin karna sudah terlalu lelah. Kris menarik bed cover cokelat tuanya yang tebal lalu menyelimuti tubuhnya dan gadisnya.

Kris mengecup lembut puncak kepala Yoona, lalu berbisik ditelinganya, ” Thanks for today chagi” Lalu membaringkan tubuhnya disamping Yoona dan ikut terlalap.

***

– Besoknya di universitasi Dong Guk

Yoona berjalan melintasi lorong demi lorong kampusnya sambil terus menahan rasa ngilu dan nyeri  disekitar tubuhnya.

Pagi ini saat dirinya terbangun, Yoona terkejut saat melihat Kris sudah pergi terlebih dahulu ke kampus. Mungkin Kris tak tega jika harus membangunkan Yoona karna Yoona masih tertidur dengan pulas dan terlihat masih sangat lelah. Pakaian Yoona yang kemarin sempat basah dan lepek sudah rapi dan telah disiapkan oleh Kris. Sehingga hari ini Yoona tidak sempat untuk mampir ke rumahnya dan mengganti pakaiannya.

” Aigo~ kenapa rasanya sesakit ini. Rasanya aku ingin sekali membaringkan tubuhku sejenak dikasur.” Keluh Yoona.

” Yoongie~a!” Teriak Yuri dari belakang.

Yoona terkejut saat mendengar suara yang tak asing di kupingnya. Buru-buru Yoona membetulkan posisinya seperti biasa agar tidak menaruh kesan curiga di mata Yuri.

” Yaak! kemana saja kau semalaman? Eo?” Kata Yuri sambil menyambar pundak Yoona seperti biasanya.

” A-aku… aku…”

” Ku telpon kau namun tak kau angkat-angkat. Yaak~ apa kau sudah tuli, hah?”

Yoona mendorong wajah Yuri dengan telapak tangannya. Lalu ia tersadar. Malam itu memang ia tak sempat melanjuti mencari keberadaan handphonenya karna Kris sudah terlanjur mengajaknya untuk ‘bercinta’ dikamarnya.

” Yoongie~ apa kau tau siapa penggemar rahasiaku itu?” Tanya Yuri dengan nada dibuat-buat lemas sambil kembali melanjutkan jalan.

Yoona tidak menggeleng dan tidak juga menjawab.

” Minho, Choi minho. Mahasiswa musik yang satu angkatan dengan kita.”

Yoona menoleh kepada Yuri, ” Jinjayo? Minho-ssi?”

Yuri menggangguk tanpa semangat, ” Nee, dan kau tau kemarin itu ia menyatakan cintanya kepadaku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya.”

” Lalu?”

” Ya aku menolaknya”

Yoona menghentikkan langkahnya disusul oleh Yuri.

” Waeyo?” Tanya Yuri.

” Mengapa kau menolaknya?”

” Kau tau bukan jika pria yang ku suka itu bukanlah Minho tapi…”

” Kris maksudmu?”

Yuri menatap Yoona.

” Mengapa kau menolak Minho? memang kau yakin jika Kris memilki perasaan yang sama juga sepertimu?”

Yuri mengangguk, ” Aku yakin sekali, karna dari yang kulihat Kris sangat perhatian sekali padaku. Kemarin saja ia masih mengingatkanku untuk makan siang dan makan malam.”

DEG!

Hati Yoona terasa panas dan seperti ada uap air panas yang tergolak di hatinya.

Siang? malam? bukankah kemarin itu aku dan dia… Batin Yoona dan kepalanya mulai terasa seperti berputar-putar.

” Mungkin aku harus terus menunggu waktu yang tepat dimana Kris akan menyatakan perasaannya kepadaku juga.” Lanjut Yuri dengan percaya dirinya.

” Hmmm Yuri~a aku… aku ingin mampir ke perpustakaan sebentar. Aku lupa mengambil bukuku disana, kau duluan saja masuk kelas, nee” Pamit Yoona.

” Baiklah, jangan lama-lama, Arra! ku tunggu kau”

Yoona mengangguk dan tak lupa memperlihatkan senyumnya walaupun senyum itu terasa pahit lalu pergi meninggalkan Yuri.

***

Di balkon kampusnya, Yoona mengeluarkan derai haru tangisnya. Rasa sakit, sesak didadanya ia keluarkan. Tak peduli dengan kedua matanya yang kini sudah mulai sembab dan membengkak. Tangis Yoona terus pecah jika mengingat-ingat kata Yuri soal Kris yang masih memberikannya perhatian. Cemburu. Ya, mungkin ini yang sedang dirasakan oleh Yoona. Terlebih jika mengingat kejadiannya kemarin saat berada di apartemen Kris.

” Neo! napeun namja! (cowok brengsek) ” Yoona terus mencaci maki Kris dari atas balkon kampusnya. Tak peduli dengan suara isakannya yang mulai terdengar sangat kencang, Yoona tetap menangis dengan sepuasnya.

DEG!

Tiba-tiba saja penglihatan Yoona menjadi gelap dan seperti ada yang seseorang dibelakangnya yang sedang menutupi kedua matanya dengan telapak tangannya yang besar.

” Siapa kau!” Teriak Yoona.

” Ini aku, Kris” Kris menurunkan kedua tangannya lalu mencium pipi mulus Yoona dengan lembutnya dan memutarkan tubuhnya. Dilihatnya air mata Yoona yang akan segera menetes dan jatuh membasahi wajahnya.

” Waeyo? chagi?”

” Neo! napeun namja!” Bibirnya bergetar, tangannya terus-menerus memukul-mulul dada berbidang kris meluapkan rasa cemburu beserta amarahnya.

” Waeyo? coba ceritakan padaku ada apa sebenarnya.” Kris meraih kedua tangan Yoona dan membiarkan Yoona untuk lebih tenang.

” Kau! aku tak suka kalau kau tetap berhubungan dengan Yuri. Aku membenci itu. Aku mencintaimu Kris!”

Kris tertawa lalu meraih tubuh Yoona untuk melesat ke dalam pelukannya.

” Hahaha, jangan bilang kalau kau cemburu padanya?”

” Ya! aku cemburu padanya! puas?”

” Mengapa kau harus cemburu padanya. Sudah jelas hanya kau yang ku cinta, kau yang ku sayang, Im Yoona.”

Yoona tersenyum mendengar namanya di sebutkan oleh Kris dengan penuh cinta.

Kris mendorong pelan tubuh Yoona dari pelukannya dan menatap wajah gadis didepannya dalam-dalam, ” Because you’re my sunshine.” 

Wajah Yoona merah padam. Bibirnya tidak bisa menahan untuk mengukir lekukan indah yang menyerupai simbol senyum. Tak lama kemudian, Kris segera meraih tengkuk indah Yoona dan melesatkan bibirnya di depan bibir Yoona dan mengecupnya dengan lembut.

” Jangan seperti ini lagi, arra?” Kris mendekatkan wajahnya kepada Yoona.

Yoona mengangguk sambil terus menunjukkan senyumnya. Kris mencium kening gadisnya sebelum pergi meninggalkan Yoona.

” Saranghae, Kris.” Kata yoona pelan ketika Kris sudah berjalan menjauh dari posisinya.

BRAAAAK!!!

Yoona sontak terkejut bukan main saat mendengar suara benda jatuh dengan tiba-tiba dan segera mencari sumber suara itu berasal.

” Yu… yuri-a”

-Yuri POV-

” Mengapa kau harus cemburu padanya. Sudah jelas hanya kau yang ku cinta, kau yang ku sayang, Im Yoona.”

Apa? apakah saat ini aku sedang bermimpi? tapi mengapa rasanya sakit sekali tangan ini saat kucubit dan sesakit hati ini saat mendengar ucapan Kris dengan telingaku sendiri dan aku mendengar ia memanggil Yoona dengan sebutan sunshine

Bodoh! mengapa kaki ini tidak bisa ku langkahkan? mengapa kedua mataku masih asik menonton adegan demi adegan mesra yang ada didepanku saat ini? mengapa tiba-tiba aku seperti tidak bisa mengontrol tubuhku sendiri? sampai akhirnya aku melihat sebuah adegan ciuman yang sangat menyayat-nyayat hatiku tepat didepanku. Aku lemas, aku ingin nangis, aku ingin berlari kepada mereka dan menampar keduanya dengan telapak tanganku sendiri. Kedua tanganku mendadak lemas, aku tidak bisa menahan beban buku-buku yang sedang ku bawa. Ya Tuhan tolong aku, selamatkan aku dari sini.

BRAAAAK!!!

Bodoh! aku teralu ceroboh hingga ku jatuhkan buku-buku ini dari genggaman tanganku.

– End Yuri POV-

– Author POV- 

” Yu… yuri-a.” Suara Yoona terdengar bergetar. Tubuhnya terasa terkena sengatan yang mampu membuat tubuhnya membeku di tempat. Matanya tak bisa lepas menatap Yuri yang sama-sama sedang menatapnya dengan tatapan seperti mengatakan apa-yang-sudah-kau-lakukan. 

Yuri pun tersadar, sadar kalau buku-bukunya masih tercecer dibawah sana. Ia pun segera membungkuk dan membereskan buku-bukunya dengan tergesa-gesa.

” Yuri-a, k-kau…” Yoona reflek ingin membantu Yuri yang sedang kesusahan merapikan buku-bukunya dan berjalan kearahnya.

” ANDWAE!”

Langkah Yoona segera berhenti,” T-tapi Yuri…”

” ANDWAE!!!”

” Y-yuri-a, a-aku bisa menjelaskannya, aku…”

” ANDWAE!!!” Teriak bercampur isakan tangis Yuri semakin pecah. Yoona terkejut melihat reaksi Yuri pertama kali dalam hidupnya. Baru pertama kali ia melihat sahabat yang selama ini ia kenal ceria dan semangat, jatuh dan terpuruk karna ulahnya. Hati Yoona semakin teriris saat melihat air mata Yuri jatuh dan mengalir.

” Yuri-a ku mohon berikan aku kesempatan untuk jelaskan padamu, jebal…”

” ANDWAE!” Yuri mulai bangkit, ” Aku sudah melihatnya, aku sudah mendengarnya dan kurasa itu sudah cukup jelas untukku! kau hebat Yoona, kau hebat bisa berpura-pura tak peduli padanya dan kini merebutnya dariku. Kau sungguh AKTRIS yang berbakat!” Yuri menekankan kata aktris pada Yoona.

Yoona merasa seperti ditampar oleh kata-kata Yuri.

” Mulai sekarang jangan pernah kau tunjukkan lagi wajahmu didepanku. Aku MUAK melihat wajah sok polosmu itu! cukup sampai sini kau mengenalku. Terimakasih untuk semuanya Yoona, untuk SEMUANYA! semoga kau bahagia dengan pria yang kau CINTA itu!” Yuri pun segera meninggalkan Yoona dan membawa luka dihatinya.

Yoona terjatuh. Tubuhnya seketika melemas. Hatinya tak bisa berhenti berdetak. Air matanya kini telah membasahi kedua pipinya dengan deras. Kini yoona merasa telah bersalah sangat besar kepada Yuri. Apa yang dipikirkannya dulu soal Yuri ternyata tak mudah jika telah terjadi. Sekarang Yoona baru merasakan kalau tak mudah jika harus ditinggalkan oleh Yuri, sahabatnya yang sudah mengenalnya jauh lebih lama dan menyayanginya lebih dari rasa sayang Kris kepadanya. Yoona tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu meratapi kesalahannya dan kenyataan kalau kini Yuri telah membencinya.

***

– Sebulan kemudian di Universitas Dong Guk –

Sudah sebulan Yoona menjalankan hidup sebagai mahasiswi tanpa seorang Yuri disampingnya. Yoona sangat kehilangan ditambah dengan ketidak ada kabaran dari Kris. Sudah sebulan juga Kris menghilang dan seperti tak ada kabar. Setiap Yoona ingin bertemu, Kris selalu punya seribu alasan untuk menolaknya. Bahkan saat dikampus pun Yoona jarang bertemu dengan Kris. Kini Yoona seperti sendiri. Satu per satu orang yang ia sayang mulai pergi meninggalkannya.

Lain halnya dengan Yuri. Walaupun kejadian sebulan yang lalu sukses membuat nilai mata kuliahnya menurun bahkan kondisi batinnya jatuh drastis, tak bisa dipungkuri kalau hatinya merindukan Yoona. Yuri sadar, setiap tindakan pasti ada alasan dan Yoona pasti memiliki alasan atas sikapnya. Namun entah mengapa, kuping serta otaknya menolak untuk mendengar alasan itu. Setiap hari setelah jam kuliahnya selesai, yuri selalu duduk menyendiri ditaman, tempat favorit Yuri dan Yoona ketika sedang bersenda gurau. Air matanya serasa tidak mengering sama sekali jika mengingat kejadian yang menyakitkan itu.

Kini Yuri telah sampai di taman favoritnya. Belum lama dirinya menempelkan tubuhnya di kursi, air mata Yuri kembali terjatuh.

” Aku merindukanmu Yoongie… hiks… aku menyayangimu Yoongie… hiks” Isakannya kembali keluar.

” Kembali lah padanya.”

Yuri terkejut saat mendengar ada suara tepat dibelakangnya lalu menoleh ke si pemilik suara.

” Minho-ssi”

Minho tersenyum. Entah kenapa dirinya selalu tersenyum jika Yuri memanggil namanya.

” Buat apa kau terus mengucapkannya namun orang yang kau sebut tak mendengarnya?”

Yuri mendengus kesal, ” Kau tak tau apa yang terjadi, dan kau tak mengerti apa yang kurasakan.”

” Kata siapa? aku tau kau rindu pada Yoona namun hatimu masih menolak untuk bertemu dengannya, bukan?”

 Yuri terdiam.

” Mau sampai kapan kau menyiksa dirimu sendiri? jika kau merindukannya, temuilah dia. Biarkan telingamu untuk mendengarkan alasannya walau nantinya akan menyakiti hatimu namun setidaknya kau bisa melihat dari sisi baik sahabatmu. Ia masih memberikan kejujuran kepadamu.”

Yuri mendengarkannya.

” Aku yakin Yoona sendiri sangat kehilangan dirimu. Pasti ia sama-sama merindukanmu dan ia ingin sekali menjelaskannya padamu.”

” Mengapa kau begitu yakin?”

Minho tersenyum lalu menoleh kepada Yuri membuat Yuri sedikit tercengang melihat senyum Minho yang tanpa sengaja membuat hatinya sedikit lebih tenang.

” Karna aku melihatnya.”

” Maksudmu?”

” Jika ia tak rindu padamu, mana mungkin ia selalu datang ke tempat ini.”

Yuri terpenjerat, ia tak menyangka jika Yoona masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke taman favorit mereka.

” Ia selalu datang setiap kau pergi. Aku bisa melihat dari ekspresi Yoona setiap dirinya datang ke sini. Ia sangat-sangat merindukanmu dan ia juga menyayangimu. Sepertinya ia merasa bersalah atas semuanya dan menyesal telah menyia-nyiakan sahabatnya sendiri.”

Yuri tersentuh mendengarnya. Air matanya kembali jatuh. Minho merogok saku celanannya dan meraih sapu tangannya untuk diberikan kepada Yuri. Yuri terkejut melihat sikap Minho. Minho menatap Yuri seperti memberi kode agar Yuri ‘mengambil’ sapu tangan yang ia berikan. Yuri pun mengambilnya.

” Mengapa kau tau semuanya?”

Minho tertawa simpul, ” Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku berusaha keras mencari apa yang kau suka dan apa yang tidak kau suka? itu karena aku menyukai dan mencintaimu.”

Yuri tertegun mendengarnya. Kepalanya tertunduk, menyesali kebodohannya karna telah menolak Minho dulu. Menolak seseorang yang menghargai keberadaannya.

Minho bangkit dari duduknya lalu tersenyum, ” Cepatlah temui Yoona” Kata Minho lalu mengacak-acak lembut kepala Yuri sebelum dirinya berjalan meninggalkan Yuri yang masih tertegun dengan sikap Minho.

***

Setelah mendapatkan pencerahan dari Minho, Yuri segera berlari ke dalam kampus untuk mencari Yoona. Kini hatinya bisa jauh lebih nyaman dan tenang. Ia membenari kata-kata Minho, mungkin yang ia butuhkan hanya mendengarkan alasan Yoona lalu dirinya bisa kembali bersama Yoona, sahabatnya.

Lorong demi lorong telah ia lewati namun suasana kelas memang sudah sepi. Hanya ada satu pintu kelas yang masih terbuka membuat Yuri tergerak untuk masuk kedalamnya karna mungkin Yoona sedang berada didalam sana. Namun ternyata…

DEG!!!!

Mulutnya hampir saja berteriak namun untungnya segera tertahan oleh kedua tangannya saat melihat seseorang didepannya yang menurutnya sangat tidak asing. Orang tersebut tidaklah sendiri dan lebih tepatnya Yuri seperti sedang melihat ada sepasang kekasih yang sedang bercumbu didalam kelas mereka.

Brengsek! Yuri mengumpat didalam hati lalu segera berlari meninggalkan tempat ‘kotor’ itu.

Yuri semakin khawatir karna sejak tadi dirinya belum juga menemuka keberadaan Yoona. Ia sudah mencarinya mulai dari tempat favorit Yoona hingga hampir seluruh pelosok kampus telah ia cari. Namun sampai saat ini, orang yang ia cari belum lah dapat sampai akhirnya Yuri kembali ke tempat semula. Ke tempat dimana ia melihat ada sepasang kekasih yang sedang ‘bercumbu’ di dalam kelas. Dan…

” Yo-yoona…” Yuri memanggil Yoona dengan lirih ketika melihat sahabatnya sendiri sedang berdiri didepan kelas ‘terlarang’ itu sambil menutup mulut menahan tangisannya keluar. Yuri segera berlari bukan ke arah Yoona namun ke dalam kelas itu dan segera mendamprat pria didalamnya.

BRAAAKKKK!!!

Yuri mengebrakkan pintu dengan sekeras mungkin hingga mampu membuat terkejut sepasang kekasih yang sedang asik bercumbu itu.

” K-kau…”

PLAAAK!!!”

Tak perlu membuang-buang banyak energi, Yuri segera menempelkan telapak tangannya yang pedas tepat diwajah Kris dan meninggalkan jiplakan 5 jari yang memerah disana.

” Yaak! Igo mwoya?!” Teriak Kris tak senang.

” Yaak! berani-beraninya kau bercumbu dengan wanita lain sedangkan kau sudah memilki kekasih?!” Yuri tak kalah berteriak.

Kris tahu siapa yang dimaksud ‘kekasih’ oleh Yuri dan segera menoleh ke arahnya lalu mendengus geli.

” Cih, kekasih kau bilang? aku tak pernah menjadikanya kekasihku!”

DEG!!!

Mata Yoona memerah. Hatinya seperti tercambuk keras begitu juga dengan Yuri. Hatinya sakit saat tahu bahwa sahabatnya dipermainkan oleh pria brengsek didepannya saat ini.

” Tapi kau mencintainya Kris! kau bilang jika hanya dia yang kau cinta dan kau sayang!”

” Hei! katakan pada temanmu jika ia hanya merasa iri kepadanya,” Kris menunjuk Tiffany yang berada dibelakangnya, ” Ia iri karna tidak bisa mendapatkan hatiku karna itu ia mengaku-ngaku kalau hanya dia yang ku cinta dan ku sayang!”

Rasanya Yoona ingin menampar wajah Kris dengan sekencang-kencangnya atas apa yang sudah ia ucapkan.

” Sudahlah, kalian ini telah mengganggu privacy-ku! ayo sunshine kita pergi dari sini.” Kata Kris sambil menyambar tangan Tiffany dibelakangnya lalu pergi meninggalkan Yuri dan Yoona. Saat dirinya berjalan melewati Yoona, Kris hanya menyeringai ‘jijik’ dan meninggalkannya.

Tubuh Yoona terjatuh. Ia merasa kakinya sulit untuk menopang tubuhnya sendiri. Menangis pun rasanya sudah letih ia lakukan. Yuri segera berlari ke arahnya dan memeluk sahabatnya erat-erat.

” Yoongie-a aku disini.”

” Yuri-a hiks maafkan aku, aku menyesal atas semuanya hiks, k-kau pantas membenciku. Kau tak pantas membelaku seperti tadi. Aku sudah jahat padamu hiks” Tangis Yoona akhirnya pecah saat ia merasakan pelukan sahabatnya yang sudah lama ia rindukan. Yuri pun semakin tak tega dengan kondisi sahabatnya. Yuri tak bisa menahan air matanya yang kini sudah membasahi seluruh wajahnya.

” Yoongie-a sudah, kau tak perlu merasa bersalah. Aku lah yang salah, seharusnya dari awal aku tak perlu memaksamu untuk bertemu dengan pria bresengsek sepertinya hingga akhirnya kau menjadi terluka seperti ini.”

Yoona menggeleng lalu melepaskan pelukannya.

” A-aku… aku telah bersetubuh dengannya, Yuri…”

” MWO?!!!” Yuri terkejut bukan main.

” Aku sudah kotor Yuri, aku tak pantas menjadi sahabatmu. Aku benar-benar sudah melukaimu Yuri, aku sudah mencampakanmu.” Yoona terus menangis hingga ia sulit berkata-kata karna isakannya.

Yuri menggeleng dan menghampus air mata Yoona, ” Kau sudah banyak terluka Yoona. Kau tak perlu merasa bersalah lagi, kau tak perlu merasa sendiri karna kini ada aku disampingmu. Sahabat tidaklah hadir hanya disaat suka, namun aku akan hadir disaat dukamu juga. Aku yang akan menguatkanmu Yoongie.”

” Yuri-a~ hiks” Yoona kembali memeluk Yuri, ” Gomawo hiks~ maafkan aku Yuri-a hiks”

” Aniya~ disini tidak ada yang salah atau benar. Mungkin ini memang cobaan untuk kita agar kita bisa menjadi sahabat yang jauh lebih baik. Dan kau tau siapa yang sudah memberikanku pencerahan seperti ini?”

Yoona melepaskan pelukannya lalu menggeleng.

” Minho, Choi Minho” Yuri tersenyum.

” Jinja?”

Yuri mengangguk, ” Nee~ ia yang memberikanku nasihat dan mampu meluluhkan hatiku.”

Yoona ikut tersenyum melihat rona diwajah sahabatnya yang kini sedang ceria seperti Yuri yang dulu ia kenal.

” Kau mulai menyukainya, bukan?” Tanya Yoona to do point.

” Mwo? apa katamu?!”

” Yuri-a kau tak bisa membohongimu hatimu. Aku tau kalau sekarang hatimu mulai luluh kepada Minho.”

Yuri terdiam.

” Yuri-a, kini didepanmu ada seseorang yang menyayangimu tulus dari hati. Jangan sampai kau menyesal karna telah menyia-nyiakan seseorang yang sudah menyayangimu lebih dari kau menyayangimu dirimu sendiri.”

” Aku harus bagaimana, Yoongie?”

Yoona tersenyum geli melihat sikap Yuri yang gelisah jika dirinya mulai kebingungan harus bertindak seperti apa.

” Temui Minho, katakan kalau kau juga menyayanginya. Jangan sampai kau melewati kesempatan ini, Yuri. Karna kesempatan tidak akan datang untuk ketiga kalinya.”

” Yoongie-a…”

Yoona memeluk Yuri seraya ingin memberikan Yuri semangat.

” Aku selalu mendukungmu Yuri. Kini sudah saatnya kau merasakan kebahagianmu sendiri. That’s what friends are for.”

Yuri memeluk Yoona seerat-eratnya.

***

” A-annyeong…”

Minho terlonjak kaget saat mendengar suara perempuan dari arah pintu masuk ruang latihan musik. Namun bukannya menghilang justru rasa kaget itu semakin menambah ketika mendapatkan Yuri sedang berdiri disana. Keduanya saling menatap dan hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.

” Mau sampai kapan kau berdiri disana, Yuri-ssi?” Tanya Minho memecahkan keheningan mereka.

” Eo~” Yuri kelihatan canggung setengah mati untuk berhadapan kembali dengan Minho. Ia pun berjalan mendekati Minho.

Minho bangkit dari kursinya, ” Ada apa?”

” A-aku, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu. Terima kasih sudah memberikanku jalan keluar yang baik dan memberikan sedikit pencerahan untukku”

” hanya ‘sedikit’ ?” Tanya Minho menggoda.

” A-aniya, m-maksudku banyak.” Yuri canggung. Kepalanya tertunduk menahan rasa malunya.

” Lalu?”

” Eo~?” Yuri mengangkat wajahnya panik lalu mendapati kalau wajahnya dan wajah Minho kini sedang berdekatan, ” Go-gomawo Minho-ssi!” Yuri segera membungkuk memberikan rasa hormat.

Minho berdecak, ” Ck, hanya itu saja? ya sudah” Minho kembali menggoda Yuri. Minho mempunggungi Yuri ingin mengambil gitar yang ia bawa tadi, lalu tanpa diduga-duga, Yuri memeluknya dari belakang dengan erat hingga mampu menahan nafasnya yang masuk dari hidung melalui paru-paru untuk sampai keperutnya.

” Saranghae, Minho-ssi” Kata Yuri pelan dan malu-malu.

Minho menahan tawanya yang geli, ” Apa? kau bilang apa? aku tak bisa mendengarnya.”

” Sa-rang-hae” Yuri kembali mengatakannya walau harus mengejanya satu per satu.

” Apa?”

” SARANGHAE! YAAK!” Yuri melepaskan pelukannya dan mendengus kesal.

Minho membalikkan tubuhnya dan tertawa karna berhasil menggoda Yuri. Yuri mengerucutkan bibirnya sadar kalau ternyata dirinya hanya digoda oleh minho. Dengan gentleman, Minho meraih tengkuk Yuri dan mengecup lembut bibir Yuri. Yuri terkejut bukan main. Hawa hangat seketika menyambar di sekitar wajah hingga bibirnya. Nafas Minho yang hangat mampu membuat bulu kuduk disekitar wajahnya merinding dibuatnya.

Minho melepaskan tautannya dan menatap lembut mata Yuri, ” Nado saranghae” lalu tersenyum. Yuri terharu yang kemudian memeluk Minho seperti tak ingin melepaskannya.

TAMAT

AKHIRNYA TAMAT HUHAHUHAHUHA (?) buat yang ngebiasin Kris maaf banget ya Krisnya author bikin edisi “hidung belang” kaya zebra cross (?) jangan lupa tinggalin komen sama duitnya PLAK ya readers. see you in a new FF ^^